Tujuh Dosen Universitas Muhammadiyah Papua Raih Hibah Penelitian Nasional 2025

- Redaksi

Minggu, 20 Juli 2025 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

papuaterdepan.com, Jayapura,– Universitas Muhammadiyah Papua (UM Papua) menunjukkan kiprahnya dalam pengembangan riset nasional. Sebanyak tujuh dosen berhasil meraih hibah penelitian nasional tahun anggaran 2025, terdiri atas dua dosen pada skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR) dan lima dosen dalam skema Penelitian Dosen Pemula (PDP).

Prestasi ini memperkuat komitmen UM Papua dalam melaksanakan Catur Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengajaran, penelitian, pengabdian, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Wakil Rektor I UM Papua, Dr. Indah Sulistiani, M.I.Kom., menyampaikan bahwa UM Papua kembali menerima penghargaan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI Wilayah XIV) Papua di Tahun 2025 atas keberhasilan pelaksanaan penelitian pada tahun anggaran 2024.

“ Sebelumnya, UM Papua juga meraih penghargaan serupa untuk pelaksanaan tahun 2023 dengan jumlah penerima hibah sebanyak 18 dosen,” ujar Wakil Rektor I UM Papua

Dari total 18 dosen yang mengajukan proposal, tujuh di antaranya berhasil lolos seleksi dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan, Sains dan Teknologi (Kemendiksainstek) RI.

Ketujuh orang dosen yang meraih hibah penelitian nasional Skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR) yakni :

1. Dr. Indah Sulistiani, M.I.Kom.
2. Dr. Syarifuddin, M.I.Kom.
Skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) diketuai oleh:
1. Aisyah, M.Pd.
2. Ahmad Djafar, M.Si.
3. Sittin Masawoy, M.I.Kom.
4. Achmad Akbar S., M.I.Kom.
5. Pusmiati, S.Pd., M.Pd.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UM Papua, Dani Arisandi, menegaskan bahwa LP2M memiliki peran sentral dalam mendampingi para dosen selama proses pengajuan hibah.

“LP2M berperan sebagai lembaga yang menaungi seluruh program penelitian dan pengabdian dosen. Dukungan kami dimulai dari proses administrasi awal, termasuk penginputan data ke sistem, verifikasi awal, hingga pengecekan kesesuaian tema road map, dan rencana induk penelitian,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kemenag Raih WTP ke-9, Menag Ingatkan Program Harus Berdampak Nyata

Ia juga menambahkan bahwa lima dari tujuh dosen penerima hibah tahun ini merupakan dosen yang baru mendapatkan hibah, ini menunjukkan efektivitas pembinaan dan bimbingan teknis yang dilakukan LP2M.

Selain melalui pendampingan internal, LP2M juga memberikan akses kepada para dosen untuk mengikuti panduan dari kementerian, baik melalui buku panduan maupun media daring seperti Zoom dan YouTube Live. Program ini, menurut Dani, telah aktif difasilitasi secara intensif sejak tahun 2022.

Indah menjelaskan bahwa proses seleksi hibah dilakukan secara independen oleh tim dari DRTPM.

“Dosen mengikuti dua tahap seleksi: administrasi dan substansi proposal, dengan tantangan utama menyesuaikan isi riset dengan kebutuhan nasional dan ketentuan teknis dari kementerian,” jelasnya.

Tahun ini, proses pengajuan dimulai sejak April–Mei, dan pengumuman resmi hasil seleksi diumumkan pada akhir Mei 2025.

Beragam tema riset diangkat tahun ini oleh para dosen, menyesuaikan dengan bidang keilmuan masing-masing. Beberapa fokus utamanya meliputi komunikasi, bahasa, lingkungan, dan ekonomi pariwisata. Untuk wilayah pelaksanaan, penelitian banyak difokuskan di Kota Jayapura dan kawasan perbatasan, terutama bagi dosen pemula. Beberapa riset dengan pendekatan fundamental bahkan mencakup wilayah seperti Merauke.**(Rilis)

Salah satu tema menarik datang dari Dr. Indah sendiri, yakni: “Komunikasi Pembangunan dalam Pemberdayaan Petani untuk Ketahanan Pangan di Papua”.

Ia berharap hasil riset tidak hanya bermanfaat untuk institusi, tetapi juga bagi masyarakat luas.

“Kami juga berharap ada kerja sama dengan pihak eksternal yang memanfaatkan hasil riset dosen, sehingga terjalin sinergi antara kinerja perguruan tinggi dan dan implementasi dalam pengembangan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Mahasiswa UM Papua Protes Dana KKN, Kampus Janji Evaluasi

Hibah ini diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mendukung kegiatan pembelajaran dan pengabdian. Output dari riset akan diintegrasikan ke dalam RPS (Rencana Pembelajaran Semester) dan mahasiswa dilibatkan langsung dalam implementasi riset serta kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

“Mahasiswa diwajibkan untuk terlibat. Ini agar mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga berperan dalam praktik dan penerapan ilmu,” jelas Indah.

Pihak universitas, kata Indah, senantiasa mendorong para dosen agar aktif mengajukan hibah eksternal.

“Kami berharap ke depan ada pembinaan khusus untuk penyusunan proposal, agar potensi kelolosan semakin meningkat. Hibah ini bukan hanya soal pendanaan, tetapi mendorong kita untuk terus produktif, berdampak, dan berkembang dalam kinerja akademik,” tambahnya.

Ketua LP2M juga menegaskan pentingnya komitmen dari dosen dalam menjalankan program hibah secara konsisten.

“Dosen yang lolos wajib bertanggung jawab atas luaran publikasi, laporan kemajuan, hingga laporan akhir,” tegas Dani.

Ia juga mendorong dosen-dosen lain untuk lebih aktif mengusulkan hibah di periode mendatang.

Di akhir pernyataannya, Indah menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini.

“Untuk pendanaan tahun 2025 ini merupakan kali keempat saya lolos hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI. Saya bersyukur karena ini sangat membantu dalam menghasilkan karya-karya akademik yang berkualitas,” tutupnya.

Berita Terkait

Ketua Klasis Port Numbay Dorong Penguatan Kemandirian Gereja dan Kepedulian Sosial di Tahun 2026
Kakanwil Kemenag Papua: Guru adalah Pilar Pendidikan yang Tak Tergantikan
BMP Papua gelar diskusi 4 Pilar Kebangsaan perkuat semangat nasionalisme pemuda
Kampung Skouw Mabo Gelar Sosialisasi Kebangsaan, Warga Antusias Terima Bantuan Presiden
Perkuat Persatuan, Kepala Suku Sibi Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Kayo Pulau
BMP dan Masyarakat Adat Nafri Galang Persatuan Lewat Sosialisasi Kebangsaan
Tekan Hoaks dan Perpecahan, Keondoafian Kayo Batu Ajak Warga Jayapura Perkuat Persatuan
Tokoh Adat Papua Dukung Penuh Program Unggulan Pemerintah di Bumi Cenderawasih

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 09:23 WIB

Ketua Klasis Port Numbay Dorong Penguatan Kemandirian Gereja dan Kepedulian Sosial di Tahun 2026

Selasa, 25 November 2025 - 09:32 WIB

Kakanwil Kemenag Papua: Guru adalah Pilar Pendidikan yang Tak Tergantikan

Senin, 10 November 2025 - 16:18 WIB

BMP Papua gelar diskusi 4 Pilar Kebangsaan perkuat semangat nasionalisme pemuda

Jumat, 7 November 2025 - 15:57 WIB

Kampung Skouw Mabo Gelar Sosialisasi Kebangsaan, Warga Antusias Terima Bantuan Presiden

Kamis, 6 November 2025 - 09:31 WIB

Perkuat Persatuan, Kepala Suku Sibi Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Kayo Pulau

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya