Waisak 2026, Menag Ajak Umat Buddha Perkuat Perdamaian Dunia Lewat Dharma

- Redaksi

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Papuaterdepan.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha menjadikan Hari Tri Suci Waisak 2570 B.E. sebagai momentum memperkuat nilai kebajikan, mempererat persaudaraan, serta berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia.

Menurut Menag, tema Waisak tahun 2026 yaitu “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia” mencerminkan pesan yang sangat relevan dengan tantangan global saat ini. Ia menegaskan, Dharma tidak hanya sebatas ajaran spiritual, tetapi juga pedoman hidup yang menuntun manusia pada kebijaksanaan, moralitas, dan kebenaran.

“Dharma menjadi cahaya yang menuntun manusia untuk tetap teguh pada nilai kebenaran, moralitas, dan kebijaksanaan di tengah perubahan zaman, termasuk dalam menjaga perdamaian dunia,” kata Menag dalam pesan peringatan Waisak di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Baca Juga :  Pertamina Papua Maluku Salurkan 136 Hewan Kurban di Hari Raya Idul Adha

Ia menilai, perdamaian dunia tidak dapat dibangun hanya melalui kebijakan global, tetapi harus berawal dari kesadaran individu untuk menumbuhkan kasih sayang dan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai cinta kasih tersebut, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang harmonis, baik dalam keluarga, masyarakat, bangsa, maupun komunitas internasional.

Menag juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin kebebasan beragama dan pelaksanaan ibadah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga negara, sebagaimana amanat konstitusi.

“Saya memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadahnya dengan aman dan penuh khidmat. Menjaga harmoni adalah tugas bersama seluruh elemen bangsa,” ujarnya.

Baca Juga :  KNPI Pegubin ajak warga gelorkan Untuk Pilkada Damai

Ia menambahkan bahwa seluruh agama pada hakikatnya mengajarkan nilai kemanusiaan dan kedamaian, sehingga kehidupan beragama harus menjadi sarana memperkuat persatuan, bukan memunculkan perpecahan.

“Agama hadir untuk memuliakan manusia. Ajaran Buddha selaras dengan nilai kemanusiaan universal yang menjadi dasar kehidupan bersama,” katanya.

Menag berharap peringatan Waisak dapat menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat persaudaraan, meneguhkan toleransi, dan berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

“Selamat Hari Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddhis. Semoga semua makhluk hidup berbahagia,” tutupnya.

Berita Terkait

BMP RI: Kasus Pembakaran Pesawat di Yahukimo Harus Diusut Hingga Tuntas
LPTQ Papua Pastikan Penjurian MTQ Berjalan Profesional dan Akuntabel
MTQ XXXI Papua Diawali Malam Ta’aruf, Sentani Jadi Titik Temu Kafilah Se-Tanah Papua
Ratusan Peserta MTQ Papua Mulai Masuk Sentani, Panitia Bergerak Pastikan Mobilitas Kafilah Lancar
MTQ XXXI Papua Jadi Momentum Perkuat Harmoni dan Persatuan Masyarakat
Polemik Wakil Bupati Nduga Memanas, Tim Hukum Maniap Kogoya Ajukan Keberatan Resmi
Tokoh Gereja Papua Ajak Mahasiswa Kedepankan Dialog, Hentikan Aksi Demo yang Ganggu Aktivitas Warga Jayapura
SMPN 2 Jayapura Gandeng Orang Tua dalam MPLS Ramah, Perkuat Adaptasi dan Karakter Siswa Baru

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 05:29 WIB

BMP RI: Kasus Pembakaran Pesawat di Yahukimo Harus Diusut Hingga Tuntas

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:12 WIB

LPTQ Papua Pastikan Penjurian MTQ Berjalan Profesional dan Akuntabel

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:49 WIB

MTQ XXXI Papua Diawali Malam Ta’aruf, Sentani Jadi Titik Temu Kafilah Se-Tanah Papua

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:42 WIB

Ratusan Peserta MTQ Papua Mulai Masuk Sentani, Panitia Bergerak Pastikan Mobilitas Kafilah Lancar

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:06 WIB

Polemik Wakil Bupati Nduga Memanas, Tim Hukum Maniap Kogoya Ajukan Keberatan Resmi

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya