Sentil Pengurus BWI Daerah, Direktur Zakat Wakaf Kemenag: Jangan Masalah September Baru Ribut November

- Redaksi

Selasa, 25 November 2025 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA, KOMPAS.com – Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) RI, Waryono Abdul Ghafur, memberikan peringatan keras terkait pentingnya profesionalisme dalam penyelesaian laporan pertanggungjawaban bantuan operasional Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Hal tersebut disampaikan Waryono dalam rapat koordinasi daring yang diikuti oleh pengurus BWI dan pejabat zakat wakaf daerah, termasuk dari Papua, Selasa (25/11/2025).

Waryono menegaskan, di penghujung bulan November ini seharusnya tidak ada lagi pertanyaan teknis mendasar mengenai pengelolaan dana. Ia meminta jajarannya di daerah untuk menjadi problem solver (pemecah masalah), bukan justru menjadi sumber masalah karena kelambatan administrasi.

“Ini era kerja profesional. Jangan sampai persoalan yang seharusnya muncul di bulan September, baru ribut di November,” tegas Waryono.

Baca Juga :  Kemenag: Menag Ajak Umat Islam Lampaui Standar Minimal Zakat

Stop Kirim Laporan via Pos
Lebih lanjut, Waryono mengingatkan bahwa Kemenag telah menyediakan infrastruktur digital melalui aplikasi Simzat dan Siwak untuk mempermudah pelaporan.

Ia meminta para pengelola untuk meninggalkan cara-cara konvensional yang lambat, seperti pengiriman dokumen fisik via pos, dan beralih sepenuhnya ke sistem digital agar verifikasi data berjalan cepat.

“Laporan itu tidak perlu dikirim pos. Ada aplikasi, manfaatkan. Komunikasikan kendala, intensifkan, dan selesaikan,” ujarnya.

Ia menetapkan tenggat waktu ketat bahwa pada minggu pertama Desember, seluruh laporan terkait bantuan operasional BWI harus sudah masuk sistem dan terverifikasi.

Komitmen BWI Papua
Merespons arahan pusat, Sekretaris BWI Provinsi Papua sekaligus Pembimbing Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Papua, Rita Wahyuningsih, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mematuhi tenggat waktu tersebut.

Baca Juga :  Tak Sesuai Kontrak, Proyek Bibit Ternak dan Tanaman Rugikan Negara Rp1,23 Miliar

Rita mengonfirmasi bahwa tahun ini BWI Provinsi Papua dan BWI Kota Jayapura menerima bantuan operasional dengan nilai yang cukup signifikan.

“Kami diarahkan untuk lebih taat, lebih serius, dan lebih konsekuen. Tahun ini polanya berbeda dibanding tahun lalu, tetapi justru itu melatih kita untuk semakin tertib, profesional, dan berorientasi pada akuntabilitas,” ungkap Rita.

Ia memastikan BWI Papua akan menuntaskan seluruh pertanggungjawaban melalui aplikasi Siwak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) sebelum batas waktu nasional berakhir.(rilis)

Berita Terkait

LKP Cia dan Kemdikdasmen Cetak SDM Papua Terampil di Bidang Kecantikan
Status Paulus Ubruangge Dipertanyakan, Tim Maniap Kogoya Minta Pansus DPRK Nduga Lakukan Verifikasi Ulang
Solois Remaja Putri Papua Tampil Memukau di Pesparawi Nasional XIV
Bakti Sosial dan Nobar Jadi Wadah Edukasi Program Strategis Pemerintah di Skouw Sae
ASN Kemenag Papua Diminta Percepat Program Kerja dan Tingkatkan Kolaborasi Antarbidang
Kemenag Papua Gelar FKP, Perkuat Pelayanan Transparan dan Akuntabel
Aisyiyah Papua Ajak Perempuan Perkuat Peran Kemanusiaan dan Perdamaian
Menag: Kenaikan Yesus Kristus Jadi Momentum Perkuat Kerukunan dan Kepedulian Sosial

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 12:34 WIB

LKP Cia dan Kemdikdasmen Cetak SDM Papua Terampil di Bidang Kecantikan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:34 WIB

Status Paulus Ubruangge Dipertanyakan, Tim Maniap Kogoya Minta Pansus DPRK Nduga Lakukan Verifikasi Ulang

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:37 WIB

Solois Remaja Putri Papua Tampil Memukau di Pesparawi Nasional XIV

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:30 WIB

Bakti Sosial dan Nobar Jadi Wadah Edukasi Program Strategis Pemerintah di Skouw Sae

Senin, 15 Juni 2026 - 15:05 WIB

ASN Kemenag Papua Diminta Percepat Program Kerja dan Tingkatkan Kolaborasi Antarbidang

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya