JAYAPURA — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, menekankan urgensi adaptasi terhadap perubahan regulasi dan tata kelola pemerintahan. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan sosialisasi hasil Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) dan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1150 Tahun 2021 di Aula Sasana Krida, Selasa (15/11/2025).
Dalam arahannya, Klemens meminta seluruh jajaran untuk tidak menunda-nunda pelaksanaan amanat regulasi, khususnya terkait perubahan struktur organisasi dan tata kerja baru.
“Kita tidak punya pilihan lain selain bergerak maju. Semua hasil dan arahan dari pusat harus kita terapkan. Kalau kita tidak mulai, kita tidak akan pernah tahu. Inilah saatnya berubah dan berbenah,” tegas Klemens di hadapan para pejabat administrator dan ASN.
Adaptasi Struktur KMA 1150
Kakanwil menjelaskan, implementasi KMA 1150 membawa konsekuensi penyesuaian struktural dan administratif. Ia mengingatkan agar tidak ada resistensi atau penolakan dari pegawai hanya karena merasa nyaman dengan posisi atau pola kerja lama.
“Perubahan ini menuntut kita siap beradaptasi kapan saja. Jangan sampai ada anggapan keliru atau penolakan hanya karena merasa nyaman di posisi lama. Tujuannya jelas, untuk memperkuat kinerja kelembagaan,” ujarnya.
Ia turut mengapresiasi kinerja Tim Kepegawaian, Hukum, dan Organisasi Tata Laksana (Ortala) yang telah proaktif melakukan penyesuaian di sejumlah kabupaten/kota sesuai regulasi tersebut.
Bukan Sekadar Formalitas
Terkait PMPZI, Klemens mengingatkan bahwa pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bukan sekadar formalitas administratif.
“Kita jalan sambil menyesuaikan. Yang penting semangatnya tetap sama: kerja dengan integritas, layani dengan hati,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Ortala dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kemenag Papua menyampaikan, materi yang dipaparkan hari ini merupakan tindak lanjut dari hasil coaching clinic yang sebelumnya diikuti tim di Makassar.
“Kegiatan hari ini sesuai dengan arahan hasil coaching di Makassar. Kami berterima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung langkah kami dalam pematangan materi ini,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemaparan teknis oleh Tim Ortala dan dihadiri oleh seluruh pejabat administrator, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) baik PNS maupun PPPK di lingkungan Kanwil Kemenag Papua.(Rilis)









