Pesan Pdt Rudi Yepese untuk ASN Kemenag: Tanam Kebaikan, Tuai Kebaikan

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, Papuaterdepan.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua kembali menggelar Ibadah Oikumene. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi spiritual bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) beragama Kristen dan Katolik untuk memperdalam nilai-nilai kemanusiaan dan menerapkannya dalam pelayanan sehari-hari.

Tampil sebagai pengkhotbah, Pdt. Rudi Yepese, Penyuluh Agama Kristen Ahli Pertama pada Bidang Urusan Agama Kristen Kanwil Kemenag Papua, membawakan pesan mendalam mengenai pentingnya merawat “benih” kebaikan.

Menurut Pdt. Rudi, benih kebaikan tidak cukup hanya ditaburkan. Layaknya di dunia pertanian, benih butuh kesetiaan, pengorbanan, dan perjuangan agar bisa bertumbuh dan berbuah, baik dalam relasi manusia dengan Tuhan maupun dengan sesamanya.

Hukum Tabur Tuai dalam Kehidupan Sosial

Dalam khotbahnya, Rudi mengaitkan prinsip tersebut dengan Hukum Tabur Tuai yang tertulis dalam Kitab Amsal dan Surat Galatia 6:9. Ia mengingatkan para ASN bahwa setiap perbuatan yang dilakukan manusia pasti akan menghasilkan buah pada waktunya.

“Jika kita menabur kebaikan, kita akan menuai kebaikan. Jika kita menabur persaudaraan, kita akan menuai persaudaraan. Sebaliknya, kebencian pun akan menuai kebencian,” ujar Rudi mengingatkan jemaat yang hadir.

Baca Juga :  Semangat Kebersamaan Warnai Jumat Sehat Kemenag Kota Jayapura

Ia juga menegaskan bahwa buah dari apa yang ditabur tidak selalu instan. Terkadang hasilnya baru dirasakan di masa depan, bahkan dinikmati oleh anak cucu. Namun, jika Tuhan berkehendak, tuaian itu bisa saja datang dalam waktu dekat.

Empat Kondisi Hati Manusia

Lebih jauh, Rudi mengajak jemaat mendalami perumpamaan Yesus Kristus tentang seorang penabur. Dalam perumpamaan ini, benih dilambangkan sebagai firman Allah, sementara tanah adalah cerminan hati manusia.

Kondisi tanah ini dibagi menjadi empat tipe yang mencerminkan sikap batin manusia saat menerima firman:

Tanah di pinggir jalan: Hati yang keras dan tertutup.

Tanah berbatu: Hati yang menerima dengan gembira, namun tidak berakar dan mudah goyah.

Tanah di tengah semak duri: Hati yang dipenuhi kekhawatiran duniawi dan tipu daya kekayaan.

Tanah yang baik dan subur: Hati yang terbuka, rendah hati, dan siap dibentuk.

Baca Juga :  Pastikan Hak ASN Terpenuhi, Kemenag Papua Ikuti Rakor Peralihan Kemenhaj

“Hati yang rendah hati adalah tanah yang subur bagi firman Tuhan untuk bertumbuh dan berbuah. Kerendahan hati merupakan keutamaan dasar agar firman Tuhan dapat tinggal, berkembang, dan menghasilkan buah dalam kehidupan,” jelasnya.

Makna “Humus” dan Ajakan Refleksi

Rudi menarik benang merah yang menarik dengan mengutip akar kata dari kerendahan hati dalam bahasa Latin, yakni humus. Humus merupakan lapisan tanah paling subur tempat benih dapat tumbuh dengan sangat optimal.

Dari humus (kerendahan hati) inilah, kebaikan dan firman Tuhan dapat berbuah berlipat ganda—tiga puluh, enam puluh, bahkan seratus kali lipat.

Menutup khotbahnya, Pdt. Rudi mengajak seluruh pegawai Kemenag Papua untuk membersihkan batin dari beban, kekhawatiran, dan kesombongan.

“Mari terus merendahkan diri agar firman Tuhan tidak hanya didengar, tetapi juga dihidupi dan memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Melalui kehidupan kita, kiranya nama Tuhan terus dipuji dan dimuliakan,” pungkasnya.(Rilis)

Berita Terkait

Gema Bangsa Papua Tancap Gas, Perkuat Struktur hingga Daerah Jelang Verifikasi Nasional
Jelang Aksi KNPB, Richard Ohee Serukan Masyarakat Utamakan Persatuan
Ondofolo Waena: Kekerasan di Yahukimo Tidak Mewakili Nilai Adat Papua
Duka Yahukimo, Tokoh Adat Keerom Serukan Papua Tetap Damai
MyPertamina Futsal Competition 2026, Panggung Anak Papua Mengejar Mimpi
Perang Melawan Korupsi Dana Desa, Kejari Jayawijaya Kejar Aset Terpidana di Lima Daerah
Kota Jayapura Tak Terbendung, Rebut Mahkota Juara Umum MTQ XXXI Papua
Kota Jayapura Rebut Gelar Juara Umum MTQ Papua 2026, Penutupan Diwarnai Seruan Bangun Papua Harmonis

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 11:04 WIB

Gema Bangsa Papua Tancap Gas, Perkuat Struktur hingga Daerah Jelang Verifikasi Nasional

Senin, 27 Juli 2026 - 08:36 WIB

Jelang Aksi KNPB, Richard Ohee Serukan Masyarakat Utamakan Persatuan

Senin, 27 Juli 2026 - 08:07 WIB

Ondofolo Waena: Kekerasan di Yahukimo Tidak Mewakili Nilai Adat Papua

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:42 WIB

Duka Yahukimo, Tokoh Adat Keerom Serukan Papua Tetap Damai

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:44 WIB

Perang Melawan Korupsi Dana Desa, Kejari Jayawijaya Kejar Aset Terpidana di Lima Daerah

Berita Terbaru

tokoh adat Kabupaten Keerom, Herman Yoku, S.IP.,.

Kriminal

Duka Yahukimo, Tokoh Adat Keerom Serukan Papua Tetap Damai

Minggu, 26 Jul 2026 - 11:42 WIB

Jangan Copy Ya