Sentani, Papuaterdepan.com– Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Papua Tahun 2026 resmi berakhir di Kabupaten Jayapura, Sabtu (18/7) malam. Penutupan yang berlangsung di halaman Masjid Agung Al-Aqsha Sentani menjadi puncak perhelatan keagamaan terbesar umat Islam di Papua yang mempertemukan kafilah dari delapan kabupaten dan kota.
Kafilah Kota Jayapura tampil sebagai peraih juara umum dan membawa pulang piala bergilir MTQ Papua 2026. Keberhasilan tersebut menjadi hasil dari pembinaan berkelanjutan terhadap qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang selama ini dilakukan di daerah itu.
Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen yang menutup secara resmi kegiatan tersebut mengatakan MTQ tidak boleh dimaknai hanya sebagai kompetisi mencari pemenang. Menurutnya, nilai utama dari penyelenggaraan MTQ adalah membangun masyarakat yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan pembangunan daerah.
Ia menilai pembinaan generasi Qurani menjadi investasi penting bagi masa depan Papua karena mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat.
“MTQ harus menjadi ruang pembentukan karakter dan moral generasi muda. Dari sini lahir pribadi-pribadi yang membawa pesan kedamaian, persaudaraan, dan kemajuan bagi Papua,” katanya.
Aryoko juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti berbagai cabang perlombaan. Bagi peserta yang meraih prestasi, ia meminta agar terus meningkatkan kemampuan untuk menghadapi ajang nasional. Sementara bagi yang belum berhasil, ia berharap tetap menjadikan MTQ sebagai sarana belajar dan memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Ketua Panitia MTQ XXXI Papua, Yusuf Yambe Yabdi, menjelaskan kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut melibatkan sekitar seribu orang yang terdiri atas peserta, pelatih, pendamping, dewan hakim, panitera, ofisial, dan tamu undangan.
Selain perlombaan, MTQ tahun ini juga diramaikan dengan kegiatan pendukung seperti bazar UMKM, festival seni Islam, pelayanan sosial, kajian Al-Qur’an, hingga promosi budaya lokal Kabupaten Jayapura.
Menurut Yusuf, penyelenggaraan MTQ tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi wadah memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membangun semangat kebersamaan antarwilayah di Provinsi Papua.
Sementara itu, Bupati Jayapura Yunus Wonda menyebut keberhasilan Kabupaten Jayapura menjadi tuan rumah merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, panitia, aparat keamanan, tenaga kesehatan, relawan hingga masyarakat.
Ia berharap para peserta membawa pulang pengalaman berharga selama berada di Kabupaten Jayapura sekaligus menjadi duta yang menyebarkan pesan persaudaraan dan toleransi di daerah masing-masing.
Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Kepala Bagian Tata Usaha Gatut Aryoko mengingatkan bahwa keberhasilan MTQ sesungguhnya diukur dari sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, ia mendorong seluruh lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren, rumah tahfiz, dan pengurus LPTQ di daerah untuk terus melakukan pembinaan secara berkesinambungan agar lahir generasi Qurani yang mampu mengharumkan nama Papua di tingkat nasional maupun internasional.
Penutupan MTQ XXXI Papua berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan. Selain penyerahan penghargaan kepada para juara, momentum tersebut juga menjadi penegasan komitmen bersama untuk membangun Papua yang damai, religius, dan harmonis melalui pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.(Gita)









