Jayapura – Partai Gema Bangsa (PGB) mulai memanaskan mesin organisasi di Papua. Melalui pelantikan pengurus dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang digelar di Hotel MaxOne Jayapura, Sabtu (25/7/2026), partai tersebut menegaskan kesiapannya memperkuat struktur hingga tingkat daerah sebagai langkah menghadapi tahapan verifikasi dan kontestasi politik nasional mendatang.
Agenda tersebut menjadi momentum konsolidasi besar pertama Partai Gema Bangsa di Papua setelah terbentuknya kepengurusan wilayah dan daerah di sejumlah kabupaten/kota.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofid, yang ditandai dengan penyerahan pataka partai kepada Ketua DPW Partai Gema Bangsa Papua, Sony. Prosesi tersebut sekaligus menandai resmi berjalannya kepengurusan partai di tingkat provinsi dan delapan kabupaten/kota.
Delapan DPD yang dilantik meliputi Kabupaten Kepulauan Yapen, Waropen, Biak Numfor, Supiori, Sarmi, Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, dan Kabupaten Keerom.
Dalam kesempatan itu, Sony menegaskan bahwa kehadiran Partai Gema Bangsa di Papua bukan hanya untuk membangun kekuatan politik, tetapi juga menjadi wadah perjuangan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan kebutuhan pembangunan daerah.
Menurutnya, partai harus hadir di tengah masyarakat dan mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi warga, mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi hingga pemerataan pembangunan.
“Kami ingin memastikan Partai Gema Bangsa hadir sebagai rumah bersama bagi masyarakat yang ingin melihat Papua berkembang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan struktur organisasi menjadi langkah penting agar partai memiliki fondasi yang kuat dalam menjalankan fungsi politik dan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, seluruh pengurus diminta segera membangun konsolidasi hingga tingkat bawah, memperkuat kaderisasi, serta memperluas komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Selain pelantikan, Rakorwil juga dimanfaatkan sebagai forum penyusunan strategi organisasi dan pemetaan agenda kerja partai dalam menghadapi proses verifikasi administrasi maupun verifikasi faktual yang akan datang.
Ketua Panitia Rakorwil, Zulkarnaen, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang koordinasi bagi seluruh pengurus untuk menyamakan persepsi dan arah gerak organisasi.
Menurutnya, keberhasilan partai tidak hanya ditentukan oleh kekuatan struktur, tetapi juga kemampuan seluruh kader untuk bekerja secara terorganisir dan menjaga soliditas internal.
“Melalui Rakorwil ini kami ingin memastikan seluruh jajaran memiliki visi yang sama dan siap bekerja bersama membesarkan partai di Papua,” katanya.
Rakorwil turut dihadiri Sekretaris Jenderal Partai Gema Bangsa Muhammad Sopiyan, para pengurus DPW se-Papua Raya, serta pengurus DPD dari berbagai kabupaten dan kota.
Melalui kegiatan tersebut, Partai Gema Bangsa Papua menegaskan komitmennya untuk memperluas jaringan organisasi, memperkuat basis kader, serta membangun kepercayaan masyarakat sebagai modal menghadapi dinamika politik ke depan.Gema Bangsa Papua Tancap Gas, Perkuat Struktur hingga Daerah Jelang Verifikasi Nasional
Jayapura – Partai Gema Bangsa (PGB) mulai memanaskan mesin organisasi di Papua. Melalui pelantikan pengurus dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang digelar di Hotel MaxOne Jayapura, Sabtu (25/7/2026), partai tersebut menegaskan kesiapannya memperkuat struktur hingga tingkat daerah sebagai langkah menghadapi tahapan verifikasi dan kontestasi politik nasional mendatang.
Agenda tersebut menjadi momentum konsolidasi besar pertama Partai Gema Bangsa di Papua setelah terbentuknya kepengurusan wilayah dan daerah di sejumlah kabupaten/kota.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofid, yang ditandai dengan penyerahan pataka partai kepada Ketua DPW Partai Gema Bangsa Papua, Sony. Prosesi tersebut sekaligus menandai resmi berjalannya kepengurusan partai di tingkat provinsi dan delapan kabupaten/kota.
Delapan DPD yang dilantik meliputi Kabupaten Kepulauan Yapen, Waropen, Biak Numfor, Supiori, Sarmi, Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, dan Kabupaten Keerom.
Dalam kesempatan itu, Sony menegaskan bahwa kehadiran Partai Gema Bangsa di Papua bukan hanya untuk membangun kekuatan politik, tetapi juga menjadi wadah perjuangan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan kebutuhan pembangunan daerah.
Menurutnya, partai harus hadir di tengah masyarakat dan mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi warga, mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi hingga pemerataan pembangunan.
“Kami ingin memastikan Partai Gema Bangsa hadir sebagai rumah bersama bagi masyarakat yang ingin melihat Papua berkembang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan struktur organisasi menjadi langkah penting agar partai memiliki fondasi yang kuat dalam menjalankan fungsi politik dan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, seluruh pengurus diminta segera membangun konsolidasi hingga tingkat bawah, memperkuat kaderisasi, serta memperluas komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Selain pelantikan, Rakorwil juga dimanfaatkan sebagai forum penyusunan strategi organisasi dan pemetaan agenda kerja partai dalam menghadapi proses verifikasi administrasi maupun verifikasi faktual yang akan datang.
Ketua Panitia Rakorwil, Zulkarnaen, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang koordinasi bagi seluruh pengurus untuk menyamakan persepsi dan arah gerak organisasi.
Menurutnya, keberhasilan partai tidak hanya ditentukan oleh kekuatan struktur, tetapi juga kemampuan seluruh kader untuk bekerja secara terorganisir dan menjaga soliditas internal.
“Melalui Rakorwil ini kami ingin memastikan seluruh jajaran memiliki visi yang sama dan siap bekerja bersama membesarkan partai di Papua,” katanya.
Rakorwil turut dihadiri Sekretaris Jenderal Partai Gema Bangsa Muhammad Sopiyan, para pengurus DPW se-Papua Raya, serta pengurus DPD dari berbagai kabupaten dan kota.
Melalui kegiatan tersebut, Partai Gema Bangsa Papua menegaskan komitmennya untuk memperluas jaringan organisasi, memperkuat basis kader, serta membangun kepercayaan masyarakat sebagai modal menghadapi dinamika politik ke depan.(Rilis)









