YAPEN,Papuaterdepan.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Yapen sukses menggelar upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80. Peringatan bersejarah yang menjadi agenda tahunan ini mengusung tema besar nasional, yakni “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”.
Upacara yang berlangsung khidmat ini tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum refleksi yang mendalam bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag, tokoh lintas agama, dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen secara umum.
Dalam rangkaian peringatan tersebut, pesan tentang pentingnya merawat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk menjadi sorotan utama. Masyarakat Kepulauan Yapen yang hidup dalam keberagaman budaya dan agama kembali diingatkan bahwa toleransi adalah kunci utama kemajuan daerah.
Nilai-nilai moderasi beragama ditekankan sebagai fondasi esensial untuk membentengi umat dari potensi polarisasi. Moderasi beragama dinilai mampu menciptakan cara pandang dan sikap praktik keagamaan yang jalan tengah, sehingga kerukunan antarumat beragama di wilayah kepulauan ini dapat terus terjaga dan terhindar dari pemahaman ekstrem.
Selain itu, peringatan HAB ke-80 ini juga menyoroti urgensi sinergi lintas sektor. Kemenag Kepulauan Yapen menyadari bahwa upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kolaborasi yang erat dan berkesinambungan antara Kemenag, pemerintah daerah, aparat keamanan, forum-forum keagamaan, dan elemen masyarakat.
Sinergi inilah yang diyakini mampu meredam berbagai potensi gesekan sosial dan memastikan bahwa setiap kebijakan pelayanan publik, khususnya di bidang keagamaan, dapat berjalan dengan adil dan merata bagi seluruh golongan.
Pesan moral yang kuat tentang “Bersatu dalam keberagaman” menjadi gaung penutup dari rangkaian peringatan ini. Melalui momentum Hari Amal Bakti ke-80, seluruh jajaran Kemenag Kabupaten Kepulauan Yapen kembali meneguhkan komitmen dan dedikasi mereka.
Langkah ini menjadi wujud nyata dari niat luhur untuk terus mengabdi, melayani umat tanpa diskriminasi, dan berkontribusi langsung demi mewujudkan Indonesia—khususnya dari ufuk timur Papua—yang damai, rukun, dan terus bergerak maju.(Rilis)









