Jayapura, Papuaterdepan.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, yang diwakili oleh Pelaksana Tugas Kepala Bagian Tata Usaha (Plt. Kabag TU) Dwiharjanto, menghadiri acara Buka Puasa Bersama Gubernur Papua. Kegiatan silaturahmi ini diselenggarakan di Gedung Negara Dok V, Jayapura, pada Rabu (18/3/2026).
Acara yang kental dengan nuansa kekeluargaan Ramadan ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah(Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan instansi vertikal dan daerah. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi lintas sektor sekaligus memperkokoh nilai-nilai kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Tanah Papua.
Pesan Kemanusiaan dan Rekonsiliasi
Dalam rangkaian acara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua, Saiful Islam Al Payage, memberikan tausiah yang menyoroti makna komprehensif dari ibadah puasa. Ia menegaskan bahwa puasa bukan semata-mata ritual spiritual, melainkan sebuah terapi kesehatan dan sarana melatih empati sosial.
“Puasa mengajarkan kita bukan hanya soal keimanan, tetapi juga kemanusiaan. Bagaimana kita merasakan kondisi saudara-saudara kita yang kekurangan, serta menjaga kesehatan melalui pola hidup yang seimbang,” papar Saiful.
Ia juga mengingatkan bahwa tujuan utama agama adalah menciptakan kehidupan yang harmonis melalui sikap saling menghormati dan tolong-menolong.
Senada dengan semangat kerukunan tersebut, Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan bulan suci Ramadan sebagai ajang rekonsiliasi pasca-dinamika politik yang sempat terjadi.
“Papua tetap satu. Perbedaan yang ada jangan menjadi pemisah, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun daerah ini secara bersama-sama,” tegas Mathius dalam sambutannya. Ia juga meminta seluruh pihak untuk terus menjaga ciri khas toleransi Papua dan merespons isu-isu keagamaan dengan cepat dan bijak demi menjaga stabilitas kedamaian.
Sinergi Pembangunan dan Moderasi Beragama
Selain membahas kerukunan, momentum pertemuan ini juga digunakan Pemerintah Provinsi Papua untuk memaparkan sejumlah program strategis di bidang perikanan dan pertanian. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan dan menggenjot kesejahteraan masyarakat Papua, yang pelaksanaannya membutuhkan kolaborasi kuat dari semua pihak.
Merespons visi pembangunan tersebut, Kemenag Papua menyatakan komitmen penuhnya untuk terus mendukung pemerintah daerah. Kemenag akan mengambil peran strategis melalui penguatan moderasi beragama dan pemeliharaan kerukunan umat, yang dinilai sebagai fondasi utama kesuksesan pembangunan di Papua.(Rilis)









