Jayapura, Papuaterdepan.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua melakukan langkah proaktif dalam membenahi tata kelola birokrasi di lingkungan pendidikan tinggi. Salah satunya dengan mendampingi Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Burere Sentani dalam penguatan penilaian zona integritas.
Pendampingan ini dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan data dukung (evidence) Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di ruang rapat STAKPN Burere Sentani, Jumat (17/4/2026).
Tantangan Dokumentasi Data Dukung
Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik, dan Keuangan STAKPN Sentani, Noseni Petrus Dimara, mengakui bahwa tantangan utama yang dihadapi kampus saat ini adalah dokumentasi administrasi yang belum optimal.
Meskipun berbagai program telah dijalankan, ketersediaan data dukung yang sesuai dengan instrumen pusat seringkali menjadi kendala saat proses penilaian.
“Kami jujur menyampaikan bahwa banyak data yang belum terdokumentasi dengan baik. Saat diminta mengisi instrumen PMPZI yang memuat puluhan indikator, kami mengalami kendala,” ujar Noseni.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar tugas satu bagian, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh unit kerja di lingkungan kampus.
Fokus pada SAKIP dan Laporan Kinerja
Selain fokus pada Zona Integritas, Bimtek ini juga menyoroti penguatan SAKIP, terutama dalam penyusunan Laporan Kinerja (LKj). LKj merupakan wajah akuntabilitas institusi yang mencerminkan keselarasan antara perencanaan dan realisasi program.
Ketua Tim (Katim) Organisasi Tata Laksana (Ortala) dan KUB Kanwil Kemenag Papua, Elisabeth Toding Bunga, berharap pendampingan ini memicu progres nyata di STAKPN Sentani.
“Harapan kami, setelah kegiatan ini mulai terlihat progres. Paling tidak dimulai dari tahap pencanangan, pembentukan tim, hingga penyusunan program kerja yang solid,” tutur Elisabeth.
Target Penilaian Tahun Depan
Elisabeth juga mendorong penguatan pada aspek kualitas laporan agar ke depan STAKPN Sentani dapat mengikuti proses penilaian PMPZI secara penuh di tingkat nasional.
“Pimpinan kampus tadi menyampaikan bahwa penyusunan LKj masih perlu diperkuat. Ini yang kita dorong bersama. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa ikut penilaian tahap awal dengan baik,” pungkasnya.
Hadirnya tim pendamping dari Kanwil Kemenag Papua diharapkan dapat memangkas hambatan teknis yang selama ini menghambat STAKPN Sentani dalam meraih predikat wilayah tertib administrasi dan bebas korupsi.(Rilis)









