Jayapura, Papuaterdepan.com – Seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Papua periode 2026-2031 resmi dibuka di Aula Gedung Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua sebagai upaya memperkuat pengelolaan zakat produktif dan pemberdayaan ekonomi umat di Papua.
Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua, Yohanes Walilo, saat membuka kegiatan di Jayapura, Senin,(27/4) mengatakan proses seleksi tersebut menjadi langkah strategis untuk menentukan arah pengelolaan zakat di Papua ke depan.
“BAZNAS Papua ke depan harus menjadi lembaga yang profesional, transparan, dan akuntabel, serta mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Menurut dia, penguatan program zakat produktif perlu terus dilakukan guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah terpencil di Papua.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap program prioritas seperti Kampung Zakat dan pemberdayaan ekonomi umat sebagai bagian dari pembangunan sosial masyarakat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Khusus, dan Kesra Setda Provinsi Papua, Herman Ick, mengatakan seleksi dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta sejumlah regulasi terkait lainnya.
Menurut dia, proses seleksi bertujuan menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam menjaring calon pimpinan BAZNAS Papua.
“Jumlah peserta yang lolos seleksi administrasi sebanyak 17 orang dengan latar belakang pendidikan mulai dari strata satu hingga strata tiga serta berasal dari unsur ulama, tenaga profesional, dan tokoh masyarakat Islam,” ujarnya.
Ia menjelaskan tahapan seleksi meliputi pendaftaran, seleksi administrasi, tes kompetensi, wawancara hingga penetapan akhir yang dijadwalkan berlangsung sampai awal Mei 2026.
Herman menambahkan zakat memiliki peran strategis dalam mendukung visi pembangunan Papua melalui penguatan ekonomi masyarakat dan solidaritas sosial.
“Penguatan zakat produktif dan sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab tantangan kemiskinan dan kesenjangan di Papua,” katanya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, mengapresiasi pelaksanaan seleksi yang berjalan sesuai jadwal nasional.
Ia berharap proses seleksi dapat menghasilkan pimpinan BAZNAS yang profesional dan mampu meningkatkan dampak pengelolaan zakat bagi masyarakat Papua.
“Kami berharap pimpinan yang terpilih nantinya mampu menjalankan tugas secara kredibel dan akuntabel sehingga pengelolaan zakat benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.









