Jayapura, Papuaterdepan.com– Sejumlah mama-mama pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari Provinsi West Sepik, Papua Nugini (PNG), mengikuti pelatihan memasak kuliner Indonesia di Kota Jayapura, Papua, sebagai bagian dari penguatan kerja sama pendidikan vokasi dan pemberdayaan ekonomi perempuan di kawasan perbatasan.
Kegiatan yang berlangsung pada 24 hingga 26 Mei 2026 itu diselenggarakan oleh Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Vanimo bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi West Sepik, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Port Moresby serta SMK Negeri 1 Jayapura yang kini bernama Sekolah Khusus Negeri (SKN) Pariwisata Papua.
Sebanyak delapan peserta dari kelompok perempuan UMKM Provinsi West Sepik mengikuti program tersebut dengan fokus pelatihan pengolahan makanan berbasis bahan pangan lokal agar dapat dikembangkan menjadi produk usaha bernilai ekonomi.
Konsul Republik Indonesia di Vanimo, Alexander Tangkuman mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Papua Nugini melalui kerja sama pendidikan dan budaya.
“Program ini diharapkan dapat membantu pemberdayaan ekonomi perempuan, khususnya mama-mama pelaku usaha di wilayah perbatasan, melalui keterampilan memasak dan pengolahan pangan lokal,” ujarnya.
Pelatihan memasak dilaksanakan di laboratorium kuliner SKN Pariwisata Papua dengan materi pengolahan berbagai menu berbahan dasar sagu, pisang, singkong, taro, ayam hingga sosis yang dipadukan dengan cita rasa khas Indonesia.
Para peserta juga diperkenalkan teknik penyajian dan pengemasan makanan untuk mendukung pengembangan usaha kuliner secara komersial di daerah asal mereka di Provinsi West Sepik.
Program tersebut merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman bidang pendidikan antara Pemerintah Indonesia dan Papua Nugini yang ditandatangani oleh Nadiem Makarim dan Justin Tkatchenko pada 2024 di Istana Bogor.
Acara pembukaan yang berlangsung di Hotel Mercure Jayapura turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi West Sepik, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Port Moresby, Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Badan Perbatasan Kota Jayapura, pihak sekolah serta jajaran Pemerintah Provinsi Papua.
Sebagai tindak lanjut kerja sama, Konsulat RI di Vanimo bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Port Moresby akan memfasilitasi penandatanganan Technical Arrangement antara Pemerintah Provinsi West Sepik dan SKN Pariwisata Papua guna memperkuat kolaborasi pendidikan vokasi di masa mendatang.
Pemerintah Provinsi Papua berharap program serupa dapat terus dikembangkan tidak hanya di bidang kuliner, tetapi juga pada berbagai pelatihan keterampilan lainnya yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat perbatasan.
Melalui kegiatan tersebut, Konsulat RI di Vanimo dan KBRI Port Moresby menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Papua Nugini melalui pendidikan vokasi, pertukaran budaya dan pemberdayaan masyarakat lintas batas.(Rilis)









