Umat Buddha Papua Ikuti Hening Nusantara, Gaungkan Pesan Damai untuk Indonesia

- Redaksi

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, Papuaterdepan.com— Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat, umat Buddha di Tanah Papua larut dalam kekhidmatan ritual Hening Nusantara. Agenda spiritual berskala nasional ini diikuti secara serentak se-Indonesia via Zoom Meeting dalam rangka menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak (Vesakha Sananda) 2570 Buddhist Era (BE)/2026, Rabu (20/05/2026).

Di Provinsi Papua, gerakan meditasi serentak ini sukses menggalang puluhan umat yang tersebar di tiga titik lokasi strategis:

Kota Jayapura: Terpusat di Vihara Buddha Maitreya.

Kabupaten Biak Numfor: Terpusat di Vihara Buddha Dharma Biak.

Kabupaten Nabire: Terpusat di Vihara Buddha Dharma Karuna.

Sentilan Menag RI: Manusia Modern Sibuk Berbicara, Lupa Merenung
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang hadir secara virtual menuturkan bahwa Hening Nusantara bukan sekadar ritual keagamaan rutin. Gerakan ini merupakan sebuah ikhtiar spiritual dan sosial untuk memperkuat fondasi toleransi, moderasi beragama, serta harmoni kebangsaan.

“Kehidupan manusia sekarang sering sibuk berbicara, tetapi lupa merenung. Sibuk beraksi, tetapi lupa memahami. Karena itu, praktik keheningan memiliki makna mendalam bagi kehidupan hari ini,” tutur Menag mengunggah kesadaran spiritual jemaah.

Baca Juga :  Wujudkan Konsep Ekoteologi, Kemenag Jayapura Hijaukan Halaman Gereja Kingmi Onomi

Menag meyakini, energi keteduhan yang dipancarkan secara kolektif oleh umat Buddha dari berbagai pelosok negeri akan membawa dampak positif bagi kedamaian bangsa. “Perdamaian dunia selalu dimulai dari ketenangan dalam diri manusia,” imbuhnya.

Sejalan dengan Menag, Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI, Supriyadi, menyebut momen ini sebagai persembahan batin dari Indonesia untuk dunia. Ia mengajak umat mengikis empat kotoran batin: kebencian, keserakahan, kebingungan, dan iri hati, untuk digantikan dengan semangat rela berbagi.

Nasihat Dhamma Bhante Kittipañño: Efek Dahsyat “Hening Bersama”
Keheningan massal ini diperkuat oleh siraman rohani dari Bhante Kittipañño Thera. Beliau menggarisbawahi bahwa kekuatan meditasi akan berlipat ganda jika dilakukan secara komunal.

“Kalau kita melakukan sendiri, kekuatannya sedikit. Tetapi kalau dilakukan bersama-sama, efek energinya luar biasa,” jelas Bhante.

Bhante Kittipañño mengingatkan bahwa Buddha Gautama mencapai pencerahan lewat proses meditasi yang ulet dan pantang menyerah. Melalui keheningan harian, manusia diajak untuk rutin berdialog dan bercermin pada kondisi batinnya sendiri.

Baca Juga :  Pendeta MPA Mauri Serukan Persaudaraan dan Tolak Aksi yang Ganggu Kamtibmas

Papua Targetkan Rekor MURI, Pembimas Buddha Sampaikan Apresiasi
Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Sarono, mengonfirmasi bahwa total ada 69 peserta dan 3 penanggung jawab (Person in Charge/PIC) dari Papua yang mengunci fokus dalam keheningan total tersebut.

Seluruh peserta yang terlibat dipastikan akan menerima piagam resmi dari Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI. Event akbar ini pun ditargetkan mampu mencatatkan sejarah baru di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengurus Vihara Buddha Maitreya Jayapura, Biak, dan Nabire, serta tim Humas Kanwil Kemenag yang sudah memfasilitasi agenda ini. Mari terus jaga praktik kebajikan ini agar perayaan Waisak tahun ini membawa berkah rill bagi sesama di Tanah Papua,” pungkas Sarono.(Rilis)

Berita Terkait

Beras SPHP Dijual hingga Rp20 Ribu per Kg, Empat Pejabat Bulog Wamena Tersangka Korupsi
SPMB SMA Negeri 2 Jayapura Diserbu Pendaftar, Kuota Tersedia 432 Siswa
Daya Tampung 320 Siswa, SMP Negeri 9 Jayapura Pastikan Pendaftaran Gratis
Profesi Humas Kian Menjanjikan, UM Papua Hadirkan Seminar Karier bagi Generasi Muda
Baznas Kota Jayapura Salurkan Beasiswa, Cegah Anak Putus Sekolah
Ondofolo Waena Ajak Masyarakat Serahkan Persoalan Mama Yasinta kepada Proses Hukum
Papua Satukan Komitmen Ciptakan Penerimaan Murid Baru yang Adil dan Berintegritas
Malaikat Tabuni: Jangan Ulangi Kerusuhan 2019, Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:40 WIB

Beras SPHP Dijual hingga Rp20 Ribu per Kg, Empat Pejabat Bulog Wamena Tersangka Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:46 WIB

SPMB SMA Negeri 2 Jayapura Diserbu Pendaftar, Kuota Tersedia 432 Siswa

Senin, 15 Juni 2026 - 09:27 WIB

Daya Tampung 320 Siswa, SMP Negeri 9 Jayapura Pastikan Pendaftaran Gratis

Senin, 15 Juni 2026 - 06:26 WIB

Profesi Humas Kian Menjanjikan, UM Papua Hadirkan Seminar Karier bagi Generasi Muda

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:57 WIB

Ondofolo Waena Ajak Masyarakat Serahkan Persoalan Mama Yasinta kepada Proses Hukum

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya