Jayapura, Papuaterdepan.com Organisasi perempuan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, meneguhkan komitmennya dalam memperkuat dakwah kemanusiaan dan membangun perdamaian melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan selama lebih dari satu abad.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam resepsi Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang berlangsung di Jayapura dengan mengusung tema *“Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”*. Kegiatan itu menjadi ajang refleksi atas perjalanan panjang organisasi perempuan Islam tersebut dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial kemasyarakatan, dan pemberdayaan perempuan.
Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Papua, Atira Madu, mengatakan dakwah kemanusiaan merupakan ruh gerakan ‘Aisyiyah sejak pertama kali didirikan dan terus relevan dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.
Menurut dia, dakwah yang dijalankan tidak hanya melalui penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam berbagai aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Dakwah kemanusiaan mengedepankan nilai kasih sayang, toleransi, keadilan, dan perdamaian di tengah keberagaman masyarakat. Ini menjadi fondasi gerakan ‘Aisyiyah dalam membangun kehidupan yang lebih harmonis,” katanya,Sabtu (23/5/2026).
Atira menjelaskan selama 109 tahun perjalanan organisasi, ‘Aisyiyah telah memberikan kontribusi melalui pengembangan pendidikan anak usia dini, pemberdayaan ekonomi perempuan, pelayanan kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, serta pembinaan keluarga sakinah.
Di Papua, kata dia, kiprah organisasi tersebut terus berkembang dan kini menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah otonomi baru yang dibentuk pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah Provinsi Papua menyambut baik kontribusi yang telah diberikan ‘Aisyiyah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Origenes Kambuaya, mengatakan perempuan memiliki posisi penting dalam membangun karakter generasi bangsa karena menjadi pendidik pertama dalam lingkungan keluarga.
Karena itu, keberadaan organisasi perempuan seperti ‘Aisyiyah dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, berakhlak, dan mampu menjaga persatuan.
“Papua membutuhkan keterlibatan semua pihak dalam membangun kehidupan yang harmonis. Organisasi perempuan memiliki kontribusi besar dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan pembangunan Papua tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan manusia melalui pendidikan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan penguatan karakter generasi muda.
Sementara itu, Kementerian Agama Papua turut memberikan apresiasi atas kontribusi ‘Aisyiyah yang selama ini aktif mendukung pembangunan umat melalui berbagai kegiatan sosial dan pendidikan.
Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua, Kepala Bidang Pendidikan Islam M. Muzakir Asso mengatakan semangat pengabdian yang ditunjukkan para kader ‘Aisyiyah selama lebih dari satu abad menjadi inspirasi bagi banyak pihak.
Menurutnya, organisasi tersebut telah menjadi mitra penting pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, moderat, dan harmonis.
“Nilai-nilai persatuan, kepedulian sosial, dan kemanusiaan yang terus dikembangkan ‘Aisyiyah sangat penting dalam menjaga kerukunan masyarakat di Papua yang hidup dalam keberagaman,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua, Subhan Hafidz Massa, menilai perjalanan panjang organisasi tersebut menjadi bukti ketangguhan perempuan Indonesia dalam menggerakkan perubahan sosial.
Ia mengajak seluruh kader ‘Aisyiyah untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memperkuat gerakan dakwah yang menyejukkan di tengah masyarakat.
Menurut dia, perdamaian tidak hanya diwujudkan melalui absennya konflik, tetapi juga melalui hadirnya kejujuran, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter generasi penerus. Dari keluarga yang kuat akan lahir masyarakat yang damai dan berkemajuan,” katanya.
Melalui peringatan Milad ke-109, ‘Aisyiyah Papua berharap dapat terus memperluas jangkauan pelayanan sosial dan pemberdayaan masyarakat serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat untuk mewujudkan Papua yang damai, sejahtera, dan harmonis.(Rilis)









