Jayapura, Papuaterdepan.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua melakukan penyegaran organisasi melalui pelantikan dua pejabat administrator sebagai upaya memperkuat pelaksanaan program dan pelayanan keagamaan di tingkat kabupaten.
Pelantikan yang dipimpin Kepala Kanwil Kemenag Papua Klemens Taran di Aula Sasana Krida Bakti, Jayapura, Kamis,(4/6), menetapkan Redikson Pakpahan sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sarmi dan Yuter Wenda sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Yalimo.
Klemens mengatakan pergantian dan promosi jabatan merupakan bagian dari upaya penguatan organisasi agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih optimal sekaligus menjawab kebutuhan birokrasi yang terus berkembang di daerah.
Menurut dia, pejabat yang baru dilantik harus segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja masing-masing serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Jabatan ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Yang terpenting setelah pelantikan adalah segera melakukan konsolidasi dan memastikan seluruh program berjalan sesuai target,” katanya.
Ia menjelaskan tahun anggaran 2026 telah memasuki pertengahan pelaksanaan sehingga diperlukan langkah cepat untuk memastikan seluruh kegiatan dan program prioritas Kementerian Agama dapat diselesaikan tepat waktu.
Selain penguatan tata kelola kelembagaan, Klemens juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan kerukunan umat beragama.
Ia menegaskan keberhasilan seorang kepala kantor tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan oleh kekompakan tim dan kualitas komunikasi yang dibangun bersama seluruh pegawai.
Karena itu, para pejabat diminta menciptakan budaya kerja yang kolaboratif, terbuka terhadap masukan, serta mampu memberdayakan seluruh sumber daya yang ada di lingkungan kerja masing-masing.
Klemens juga mengingatkan pentingnya menjalankan program penguatan moderasi beragama yang menjadi salah satu agenda strategis Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan dan harmoni sosial di Papua.
“Seluruh program akan berjalan baik apabila dibangun melalui koordinasi yang kuat, baik dengan jajaran internal maupun para mitra di daerah,” ujarnya.
Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan keputusan Menteri Agama Republik Indonesia dan dihadiri sejumlah pejabat administrator, pejabat fungsional, serta keluarga pejabat yang dilantik.(Rilis)









