Sentani,Papuaterdepan.com – Semangat persaudaraan dan syiar Islam mewarnai Malam Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Papua Tahun 2026 yang digelar di kediaman Bupati Jayapura, Sentani, Senin malam.
Kegiatan yang menjadi rangkaian awal pelaksanaan MTQ tersebut mempertemukan dewan hakim, official, dan kafilah dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Papua dalam suasana penuh keakraban menjelang perlombaan. Malam Ta’aruf merupakan agenda penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sebelum seluruh peserta memasuki arena kompetisi.
Bupati Jayapura Yunus Wonda, Ketua LPTQ Provinsi Papua Umar Ugar, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, serta ratusan peserta dan official hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua Panitia MTQ XXXI Papua melalui H. Sakarudin mengatakan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan media pembinaan umat untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ tahun ini memiliki makna khusus karena menjadi MTQ tingkat Provinsi Papua pertama setelah pemekaran wilayah administratif di Tanah Papua.
“MTQ menjadi sarana memperkuat kecintaan umat kepada Al-Qur’an sekaligus membangun karakter generasi Qur’ani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Hingga malam ta’aruf berlangsung, sebanyak 180 peserta dari tujuh daerah telah tiba di Kabupaten Jayapura. Mereka berasal dari Kota Jayapura, Kabupaten Biak Numfor, Keerom, Mamberamo Raya, Sarmi, Waropen, dan Kepulauan Yapen. Kedatangan para kafilah sebelumnya telah difasilitasi panitia melalui layanan transportasi terpadu dari jalur udara dan laut menuju Sentani.
Para peserta akan bersaing pada tujuh cabang lomba, yakni Tilawah Al-Qur’an, Hifzil Qur’an, Tartil Qur’an, Fahmil Qur’an, Syahril Qur’an, Khat atau Kaligrafi Al-Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Ketua LPTQ Provinsi Papua Umar Ugar menegaskan bahwa MTQ harus dipandang sebagai momentum memperkuat persatuan umat dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“MTQ bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana Al-Qur’an menjadi pedoman hidup dan mampu memperkuat persaudaraan di Tanah Papua,” katanya.
Sementara itu, Bupati Jayapura Yunus Wonda menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Jayapura sebagai tuan rumah MTQ XXXI Papua. Ia berharap seluruh kafilah dapat menjadikan momentum tersebut sebagai sarana mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan antardaerah.
Pemerintah Kabupaten Jayapura, kata dia, berkomitmen mendukung penuh kelancaran seluruh rangkaian kegiatan MTQ yang akan berlangsung hingga 18 Juli 2026. Berbagai persiapan mulai dari akomodasi, transportasi, keamanan hingga arena perlombaan telah dimatangkan bersama panitia dan LPTQ Papua.
Malam Ta’aruf ditutup dengan ramah tamah dan makan malam bersama yang memperlihatkan semangat kebersamaan para kafilah. Dari Sentani, MTQ XXXI Papua diharapkan tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga memperkuat harmoni, persatuan, dan syiar Islam di Bumi Cenderawasih.(Rilis)









