Cegah Penyalahgunaan Obat, Dompet Dhuafa Papua Latih Guru UKS

- Redaksi

Jumat, 13 Juni 2025 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papuaterdepancom, Jayapura – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Papua menggelar pelatihan penyegaran bagi pendamping UKS dari 20 sekolah dasar binaan di Kota Jayapura, Jumat, 13 Juni 2025. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kapasitas guru dalam edukasi kesehatan, komunikasi, dan penggunaan obat secara aman.

Koordinator LKC Dompet Dhuafa Papua, Tumijan, mengatakan pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya pada 22 Mei 2024 yang belum mencakup seluruh materi. “Beberapa materi pada pelatihan sebelumnya belum sempat disampaikan, jadi hari ini kita lanjutkan,” kata Tumijan saat ditemui di sela kegiatan di Abepura.

Ada tiga pokok materi yang diberikan, yaitu komunikasi efektif dalam penyuluhan, edukasi soal kecacingan dan penyalahgunaan antibiotik, serta pengenalan program Apoteker Cilik. Menurut Tumijan, penyalahgunaan antibiotik masih sering ditemukan di wilayah kampung.

Baca Juga :  HUT RI ke-80, Pemkot Jayapura Apresiasi LKC Dompet Dhuafa Papua

“Masih banyak masyarakat yang langsung konsumsi antibiotik seperti amoksisilin tanpa resep, dan menghentikannya saat merasa sembuh. Ini berbahaya. Guru UKS harus memahami dan mengajarkan hal ini ke anak-anak,” ujarnya.

Tumijan menegaskan pentingnya pelatihan bagi guru UKS karena mereka menjadi ujung tombak edukasi kesehatan di sekolah. “Dokter kecil itu hanya sampai kelas enam. Tapi guru UKS bisa terus mendampingi dan bahkan ada yang sudah lebih dari sepuluh tahun aktif,” katanya.

Salah satu peserta, Hentji Wenno, guru PJOK dan pendamping UKS di SDN Inpres Youtefa, mengaku pelatihan ini menjawab keraguan yang sering ia alami saat menangani siswa yang sakit. “Kami khawatir salah memberi obat, jadi biasanya langsung rujuk ke puskesmas atau rumah sakit,” kata Hentji.

Baca Juga :  LKC Dompet Dhuafa Papua Latih Kader Kesehatan, Tingkatkan Akses Layanan di Keerom

Ia menilai materi komunikasi efektif yang disampaikan sangat membantu dalam membangun relasi antara sekolah dan orang tua. “Selama ini komunikasi dengan orang tua masih jadi tantangan. Setelah pelatihan ini, kami lebih percaya diri menyampaikan informasi soal kesehatan,” ujarnya.

Program Anak Indonesia Sehat yang diinisiasi Dompet Dhuafa Papua awalnya melibatkan 31 sekolah dasar di Jayapura. Saat ini tersisa 20 sekolah aktif sebagai binaan. Sembilan sekolah dinyatakan mandiri, sedangkan dua lainnya memilih tidak melanjutkan kerja sama.

Berita Terkait

Prajurit Yonif TP 810/BEM Datangi Rumah Warga Sosiri, Berikan Pengobatan Gratis
Yonif TP 810/Bemare Bagikan Obat dan Vitamin Gratis kepada Warga
Setetes Darah Prajurit untuk Sesama, Yonif TP 810/BEM Hadir dalam Aksi Sosial
Yonif TP 810/BEM Perkuat Kedekatan dengan Warga Melalui Sosialisasi di Doyo Lama
Prajurit Yonif TP 810/BEM Turun ke Sosiri, Warga Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Sambut Waisak 2570 BE, Kolaborasi Umat Buddha Jayapura dan PMI Pasok Kebutuhan Darah Kota
BKKBN Papua Percepat Transformasi Bangga Kencana Menuju Indonesia Emas 2045
TNI AL Hadirkan Kampung Bahari Nusantara untuk Sejahterakan Warga Pesisir Papua

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Prajurit Yonif TP 810/BEM Datangi Rumah Warga Sosiri, Berikan Pengobatan Gratis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Yonif TP 810/Bemare Bagikan Obat dan Vitamin Gratis kepada Warga

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Setetes Darah Prajurit untuk Sesama, Yonif TP 810/BEM Hadir dalam Aksi Sosial

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Yonif TP 810/BEM Perkuat Kedekatan dengan Warga Melalui Sosialisasi di Doyo Lama

Selasa, 29 September 2026 - 10:33 WIB

Prajurit Yonif TP 810/BEM Turun ke Sosiri, Warga Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya