Kemenag Papua dan BMKG Matangkan Persiapan Pemantauan Hilal

- Redaksi

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, Papuaterdepan.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua menggelar rapat koordinasi persiapan rukyatul hilal (pemantauan bulan baru) untuk menentukan awal 1 Syawal 1447 Hijriah.

Rapat teknis yang digelar di Musala Al-Ikhlas Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Selasa (10/3/2026) ini, melibatkan tim Urusan Agama Islam (Urais) dan Bina Syariah Kemenag Papua, Tim Falakiyah, serta Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura.

Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Muslimin Yalipele, menegaskan bahwa rukyatul hilal adalah bagian tak terpisahkan dari tuntutan syariat dalam menetapkan awal bulan Hijriah, khususnya Hari Raya Idul Fitri.

“Karena ini berkaitan dengan tuntutan syariah, maka untuk menyatakan ketetapan tersebut harus menggunakan alat yang dapat membantu melihat posisi hilal. Waktu pelaksanaannya sudah ditentukan, sehingga kita tinggal mengatur siapa yang akan melaksanakan dan di mana tempat pengamatannya,” urai Muslimin.

Baca Juga :  Tokoh Muslim ajak warga Papua jaga suasana damai Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru

Prediksi BMKG: Posisi Hilal Sangat Tipis

Dalam rapat tersebut, Pranata Meteorologi dan Geofisika (PMG) Muda pada BBMKG Wilayah V Jayapura, Muhammad Syawal, memaparkan data astronomis terkini. Ia menjelaskan bahwa pengamatan hilal secara nasional dijadwalkan pada 19 Maret 2026, dengan salah satu titik acuan pemantauan di Merauke.

Berdasarkan perhitungan BMKG untuk wilayah Merauke pada 19 Maret 2026, kondisi hilal diprediksi sebagai berikut:

Ketinggian Hilal: 0,9606 derajat

Elongasi: 4,04 derajat

Fraksi Iluminasi Bulan: Sekitar 0,12 persen

“Nilainya memang positif, tetapi kemungkinan hilal sangat sulit terlihat karena posisinya masih sangat tipis di atas horizon,” jelas Syawal. Ia berharap sinergi data dari BMKG ini dapat mendukung akurasi tim Kemenag di lapangan.

Tetap Lakukan Pengamatan Maksimal

Merespons prediksi tersebut, Ketua Tim Urais dan Bina Syariah Kanwil Kemenag Papua, Aminah, menegaskan bahwa pengamatan di lapangan akan tetap dilakukan secara optimal. Hasil observasi ini nantinya akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat di Jakarta.

Baca Juga :  Dirjen Bimas Kristen Beri Pembinaan Guru PAK dan SPKK di Papua

“Walaupun laporan menunjukkan kemungkinan hilal sangat tipis atau sulit terlihat, kita tidak pernah tahu ketetapan Allah ke depan. Karena itu kita tetap berusaha melakukan pengamatan dengan sebaik-baiknya,” tegas Aminah.

Senada dengan hal itu, Ketua Tim Falakiyah Provinsi Papua, Hendra Yulia Rahman, mengingatkan bahwa rukyatul hilal bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan pengejawantahan amanat negara.

“Penentuan 1 Syawal merupakan bagian dari proses yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Mengingat data kriteria yang ada, kemungkinan besar hilal masih sulit terlihat. Namun demikian, hasil akhirnya tetap menunggu laporan rukyatul hilal dari berbagai wilayah sebelum diputuskan dalam Sidang Isbat,” pungkas Hendra.(Rilis)

Berita Terkait

Kajati Papua Rotasi Aspidsus hingga Kajari, Fokus Perkuat Penegakan Hukum di Papua
Aksi Besar Pemuda Adat Tabi, Komnas HAM Didesak Tuntaskan Kasus Yahukimo
Dari Papan Catur Menuju Prestasi, KOGERCEP Siapkan Atlet Muda Papua
100 Ribu Warga dan Tokoh Lintas Agama Padati Monas, Doakan Indonesia Jelang HUT ke-81 RI
Umat Hindu Papua Diajak Jadikan Doa Kebangsaan sebagai Wujud Bhakti untuk Indonesia
Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Kemenag Matangkan Persiapan untuk 100 Ribu Peserta di Monas
Kemenag Papua Dorong Umat Beragama Jadikan Doa sebagai Energi Persatuan Bangsa
Umat Buddha Papua Gelar Doa Serentak untuk Bangsa, Kemenag Ajak Perkuat Semangat Kebangsaan

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:37 WIB

Kajati Papua Rotasi Aspidsus hingga Kajari, Fokus Perkuat Penegakan Hukum di Papua

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:37 WIB

Aksi Besar Pemuda Adat Tabi, Komnas HAM Didesak Tuntaskan Kasus Yahukimo

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, KOGERCEP Siapkan Atlet Muda Papua

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:16 WIB

100 Ribu Warga dan Tokoh Lintas Agama Padati Monas, Doakan Indonesia Jelang HUT ke-81 RI

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:07 WIB

Umat Hindu Papua Diajak Jadikan Doa Kebangsaan sebagai Wujud Bhakti untuk Indonesia

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya