Jayapura, Papuaterdepan.com – Panitia Seleksi (Pansel) memastikan seluruh tahapan seleksi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Papua Periode 2026–2031 berjalan secara transparan, akuntabel, dan berbasis sistem.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pelaksanaan tahap wawancara di Kantor Gubernur Provinsi Papua, Jayapura, Senin (4/5), yang turut melibatkan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran.
Ketua Pansel Calon Pimpinan BAZNAS Papua, M.B. Setiyo Wahyudi, mengatakan seluruh proses tahapan seleksi kini telah terintegrasi melalui sistem guna menghindari intervensi manual.
“Semua proses kita lakukan berbasis sistem, tidak lagi manual. Ini untuk memastikan transparansi dan objektivitas dalam setiap tahapan seleksi,” kata Setiyo di Jayapura.
Ia menjelaskan, para peserta sebelumnya telah melewati serangkaian tahapan yang meliputi seleksi administrasi, ujian berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT), serta penilaian makalah.
Mengingat kuota pimpinan yang tersedia hanya untuk lima orang, Setiyo menegaskan bahwa hasil seleksi sepenuhnya ditentukan oleh capaian obyektif masing-masing kandidat dari awal hingga tahap wawancara.
Pansel menargetkan hasil akhir seleksi akan diumumkan pada 8 Mei 2026, sebelum masa jabatan pimpinan BAZNAS sebelumnya resmi berakhir. Wawancara tersebut dibagi ke dalam beberapa sesi agar proses penilaian berjalan lebih efektif.
Adapun susunan Tim Pansel Calon Pimpinan BAZNAS Provinsi Papua melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain:
M.B. Setiyo Wahyudi (Asisten Sekda Papua Bidang Perekonomian dan Pembangunan) selaku Ketua.
Klemens Taran (Kakanwil Kemenag Papua) selaku Sekretaris.
Dr. H. Marwan Sileuw (Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua) selaku Anggota.
Ir. Iman Djuniawal (Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua) selaku Anggota.
Rita Wahyuningsih (Pembimbing Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Papua) selaku Anggota.
Lebih lanjut, Setiyo mengimbau para peserta untuk mengikuti wawancara dengan tenang, mengingat tahapan ini dirancang sebagai forum diskusi untuk menggali pengalaman dan memetakan kapasitas kandidat.
Pihaknya berharap kelima pimpinan BAZNAS Papua yang terpilih kelak mampu mendongkrak profesionalisme dan kualitas tata kelola zakat di wilayah tersebut.
“Kita berharap yang terpilih nanti bisa lebih baik lagi, terutama dalam tata kelola dan pelayanan kepada umat,” ujarnya.
Setelah seluruh tahapan selesai, hasil seleksi akan diajukan untuk mendapatkan pertimbangan teknis sebelum akhirnya ditetapkan dan dilantik secara resmi oleh Gubernur Papua.









