Jayapura, Papuaterdepan.com – Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua, Sarono, secara resmi membuka kegiatan Sebulan Pendalaman Dharma (SPD) di Vihara Numbay Santi Jaya, Kota Jayapura, Jumat, (1/5).
Kegiatan rohani yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Vesakha Sananda 2570 Buddhist Era (BE)/2026 Masehi ini digelar sepanjang 1 hingga 31 Mei 2026 sebagai upaya mengawali bulan bakti menjelang Hari Suci Waisak.
“Mari kita songsong Waisak dengan memperbanyak praktik dharma. Rangkaian kegiatan kita mulai hari ini dengan puja bakti, berdana paramita, hingga praktik Uppavasa atau berpuasa dalam bingkai Atthasila selama sebulan penuh,” kata Sarono di Jayapura, Jumat.
Sarono mengajak seluruh umat Buddha di Bumi Cenderawasih untuk mengisi momentum bulan Mei dengan berbagai kebajikan, baik secara spiritual maupun sosial.
Praktik Atthasila (Delapan Sila) yang dijalankan umat selama sebulan penuh ini meliputi komitmen moral yang ketat, di antaranya:
Panatipata Veramani: Bertekad tidak membunuh makhluk hidup.
Adinnadana Veramani: Bertekad tidak mengambil barang yang tidak diberikan.
Abrahmacariya Veramani: Bertekad menjaga kesucian diri (tidak berhubungan intim).
Musavada Veramani: Bertekad tidak berbohong atau berucap buruk.
Surameraya Majjapamadatthana Veramani: Bertekad tidak mengonsumsi minuman keras atau zat memabukkan.
Vikkala Bhojana Veramani: Bertekad tidak makan di waktu yang salah (setelah tengah hari hingga fajar).
Nacca Gita Vadita Visukkadassana Mala Gandha Vilepana Dharana Mandana Vibhusanatthana Veramani: Bertekad tidak menonton hiburan, menari, menyanyi, serta tidak menggunakan perhiasan, wangi-wangian, dan kosmetik.
Uccasayana Mahasayana Veramani: Bertekad tidak tidur di tempat tidur yang tinggi dan mewah.
Baca juga: Melalui momentum SPD, umat Buddha Papua diajak menekankan aksi nyata terhadap sesama manusia dan kelestarian alam.
Selain ritual internal, SPD tahun ini juga mengedepankan gerakan ekoteologi melalui sosialisasi dan pembuatan eco-enzyme untuk kelestarian lingkungan. Umat Buddha setempat juga dijadwalkan menggelar aksi sosial ke panti asuhan dan panti jompo, karya bakti pembersihan Taman Makam Pahlawan (TMP), serta aksi kemanusiaan donor darah massal.
Sementara itu, Bhikkhu Senajoyo dalam pesan dharmanya menekankan pentingnya konsistensi umat dalam melatih dan merawat Atthasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Siapapun yang melaksanakan dan merawat sila dengan baik serta tekun, maka kebahagiaan akan menyertainya. Program SPD ini sangat luar biasa karena menjadi penguat bagi keyakinan umat Buddha,” ujar Bhikkhu Senajoyo.
Ia juga mengingatkan bahwa spiritualitas adalah sebuah proses yang bertahap, sehingga umat diharapkan terus berkembang meningkatkan kualitas diri.
“Tidak ada manusia yang langsung sempurna karena kita semua sedang dalam proses belajar. Teruslah berkembang dan tambahkan kualitas sila dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Agenda pembukaan SPD tersebut turut dihadiri oleh Ketua Magabudhi Provinsi Papua, Ketua Wandani Provinsi Papua, pengurus vihara, jajaran pegawai Bimas Buddha Provinsi Papua, serta puluhan umat Buddha setempat.(Rilis)









