Jayapura, Papuaterdepan.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua tengah bersiap menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi melalui rangkaian “Aksi Syiar Ramadan dan Aksi Sosial”.
Sebagai langkah awal, Kanwil Kemenag Papua telah menggelar rapat persiapan di Aula Sasana Krida, Jayapura, pada Rabu (25/2/2026). Rapat ini dihadiri oleh para pegawai muslim di lingkungan Kanwil Kemenag Papua yang tergabung dalam Majelis Taklim Al-Ikhlas.
Kegiatan syiar dan aksi sosial ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan dan hasil koordinasi nasional Kemenag RI. Tujuannya, agar seluruh satuan kerja di bawah naungan Kemenag dapat melaksanakan aksi sosial secara serentak selama bulan suci Ramadan.
Pembimbing Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Papua, Rita Wahyuningsih, menjelaskan bahwa puncak aksi sosial ini direncanakan akan berlangsung pada 6 Maret 2026. Tanggal tersebut dipilih agar bertepatan dengan momentum aksi serentak nasional Kemenag di seluruh Indonesia.
“Pusat kegiatan aksi sosial ini nantinya akan difokuskan di Masjid Raya Provinsi Papua,” ujar Rita.
Targetkan Ribuan Paket Takjil Lewat Kolaborasi
Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa secara mandiri Kanwil Kemenag Papua telah menyiapkan 200 paket takjil. Namun, panitia tidak ingin berhenti di angka tersebut.
Rita memaparkan, pihaknya menargetkan untuk bisa menyebarkan hingga 2.000 paket takjil kepada masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenag Papua akan menggandeng berbagai pihak dalam semangat kolaborasi.
“Kami berupaya meningkatkan jumlahnya hingga 2.000 paket dengan melibatkan dan berkolaborasi bersama Forkopimda, perbankan, BUMN, BUMD, serta organisasi maupun lembaga kemasyarakatan Islam lainnya untuk mengambil bagian dalam aksi sosial ini,” jelas Rita.
Melalui gerakan ini, Kemenag Papua berharap kegiatan pembagian takjil tidak sekadar menjadi ajakan berbagi di bulan suci. Lebih dari itu, aksi sosial ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas instansi dan lembaga zakat, sekaligus merawat semangat solidaritas sosial di tengah masyarakat Provinsi Papua.








