Jayapura, Papuaterdepan.com — Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, Gatut Aryoko, menghadiri peringatan World Press Freedom Day (WPFD) atau Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 tingkat nasional. Acara bersejarah ini berlangsung di lantai 9 Kantor Gubernur Papua, Jayapura, pada Senin (4/5/2026).
Peringatan WPFD 2026 dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, bersama jajaran Forkopimda. Kehadiran Kanwil Kemenag Papua dalam agenda ini menjadi bukti nyata dukungan instansi pemerintah terhadap kemerdekaan pers di Tanah Papua.
Pers Sebagai Penjaga Kebenaran
Saat membacakan sambutan Gubernur, Wakil Gubernur Aryoko Alberto menegaskan bahwa pers memiliki posisi yang sangat strategis dalam merawat alam demokrasi, terutama di tengah derasnya arus misinformasi saat ini.
“Pers bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi penjaga kebenaran, pengawal kebijakan publik, serta sarana edukasi masyarakat. Pers adalah kekuatan yang mempersatukan, bukan memecah belah,” tegasnya.
Tahun ini, peringatan WPFD mengawinkan dua esensi penting melalui tema:
Tema Global: “Shaping the Future of Peace” (Membentuk Masa Depan Kedamaian).
Tema Nasional: “Pers Berkualitas untuk Masa Depan Indonesia yang Damai dan Adil”.
Penunjukan Papua sebagai tuan rumah nasional merupakan sebuah kehormatan sekaligus penegasan bahwa ruang kerja jurnalistik yang aman dan independen harus hadir di seluruh pelosok Indonesia.
Mitra Strategis Kemenag Papua
Sementara itu, Kabag TU Kanwil Kemenag Papua, Gatut Aryoko, mengaku bangga karena untuk pertama kalinya Papua dipercaya menjadi pusat pelaksana agenda internasional dan nasional ini. Ia berharap pers terus menjadi mitra kritis sekaligus strategis pemerintah.
“Pers diharapkan menjadi mitra pemerintah dengan memberitakan hal-hal yang kontekstual, positif, dan berdasarkan kebenaran yang terjadi di tengah masyarakat,” ujar Gatut.
Gatut juga membuka pintu kolaborasi yang lebih erat antara insan pers dan Kanwil Kemenag Papua, khususnya dalam mengedukasi masyarakat terkait program-program pembinaan keagamaan demi menjaga kedamaian di Papua.
“Kami berharap pers menjadi ujung tombak dalam keterbukaan informasi. Kolaborasi dengan Kementerian Agama sangat penting dalam publikasi program dan kegiatan pembinaan umat,” pungkasnya.(Rilis)









