Dorong Reformasi Birokrasi, Kakanwil Kemenag Papua: Kita Tidak Punya Pilihan Selain Bergerak Maju

- Redaksi

Sabtu, 15 November 2025 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, menekankan urgensi adaptasi terhadap perubahan regulasi dan tata kelola pemerintahan. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan sosialisasi hasil Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) dan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1150 Tahun 2021 di Aula Sasana Krida, Selasa (15/11/2025).

Dalam arahannya, Klemens meminta seluruh jajaran untuk tidak menunda-nunda pelaksanaan amanat regulasi, khususnya terkait perubahan struktur organisasi dan tata kerja baru.

“Kita tidak punya pilihan lain selain bergerak maju. Semua hasil dan arahan dari pusat harus kita terapkan. Kalau kita tidak mulai, kita tidak akan pernah tahu. Inilah saatnya berubah dan berbenah,” tegas Klemens di hadapan para pejabat administrator dan ASN.

Baca Juga :  Kemenag Papua salurkan 1.594 paket bantuan bagi anakYatim dan Difabel

Adaptasi Struktur KMA 1150

Kakanwil menjelaskan, implementasi KMA 1150 membawa konsekuensi penyesuaian struktural dan administratif. Ia mengingatkan agar tidak ada resistensi atau penolakan dari pegawai hanya karena merasa nyaman dengan posisi atau pola kerja lama.

“Perubahan ini menuntut kita siap beradaptasi kapan saja. Jangan sampai ada anggapan keliru atau penolakan hanya karena merasa nyaman di posisi lama. Tujuannya jelas, untuk memperkuat kinerja kelembagaan,” ujarnya.

Ia turut mengapresiasi kinerja Tim Kepegawaian, Hukum, dan Organisasi Tata Laksana (Ortala) yang telah proaktif melakukan penyesuaian di sejumlah kabupaten/kota sesuai regulasi tersebut.

Bukan Sekadar Formalitas

Terkait PMPZI, Klemens mengingatkan bahwa pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bukan sekadar formalitas administratif.

Baca Juga :  Gubernur Papua dan Kemenag Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan Umat Beragama

“Kita jalan sambil menyesuaikan. Yang penting semangatnya tetap sama: kerja dengan integritas, layani dengan hati,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Ortala dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kemenag Papua menyampaikan, materi yang dipaparkan hari ini merupakan tindak lanjut dari hasil coaching clinic yang sebelumnya diikuti tim di Makassar.

“Kegiatan hari ini sesuai dengan arahan hasil coaching di Makassar. Kami berterima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung langkah kami dalam pematangan materi ini,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemaparan teknis oleh Tim Ortala dan dihadiri oleh seluruh pejabat administrator, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) baik PNS maupun PPPK di lingkungan Kanwil Kemenag Papua.(Rilis)

Berita Terkait

Richard Ohee Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Pedoman Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Pembimas Buddha Papua Ajak Umat Tebarkan Cinta Kasih dan Kedamaian
Posnu Papua Ingatkan Warga Tidak Mudah Terprovokasi
PT Air Minum Jayapura Sembelih 7 Sapi Kurban, Perkuat Kebersamaan Pegawai
KRI Vanimo Dorong Pemberdayaan Perempuan PNG Melalui Kuliner
Kejati Papua Tebar Kepedulian Lewat Kurban 11 Hewan pada Idul Adha
Pos Indonesia Perkuat Distribusi Bantuan Sosial di Wilayah 3T Papua
PTAM Jayapura Turun Tangan Bantu Korban Kebakaran Dok 8 Pantai

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 10:21 WIB

Richard Ohee Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Pedoman Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:23 WIB

Pembimas Buddha Papua Ajak Umat Tebarkan Cinta Kasih dan Kedamaian

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:49 WIB

Posnu Papua Ingatkan Warga Tidak Mudah Terprovokasi

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:10 WIB

PT Air Minum Jayapura Sembelih 7 Sapi Kurban, Perkuat Kebersamaan Pegawai

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:29 WIB

KRI Vanimo Dorong Pemberdayaan Perempuan PNG Melalui Kuliner

Berita Terbaru

Kriminal

Posnu Papua Ingatkan Warga Tidak Mudah Terprovokasi

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:49 WIB

Jangan Copy Ya