JAYAPURA,Papuaterdepan.com – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, menghadiri acara pembukaan Kongres Luar Biasa (KLB) Forum Generasi Muda (FGM) Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua.
Acara tersebut diselenggarakan di Graha Sara Kantor Sinode GKI di Tanah Papua, Kota Jayapura, pada Kamis (26/2/2026).
Kehadiran perwakilan Kemenag ini menjadi penegasan dukungan pemerintah dalam memperkuat peran pemuda lintas iman demi merawat kerukunan dan perdamaian di Tanah Papua.
Klemens Taran menyampaikan, forum ini merupakan momentum penting untuk memperkuat peran generasi muda, tidak hanya di dalam lingkup internal gereja, tetapi juga dalam kehidupan sosial kemasyarakatan yang lebih luas.
“Generasi muda Papua harus berdiri di garda terdepan menjaga Papua sebagai tanah damai. Persoalan sosial, ekonomi, budaya, dan kemasyarakatan harus dilihat secara utuh, dan gereja menjadi bagian penting dalam solusi,” ujar Klemens.
Sinergi Kemenag dan Gereja
Klemens menegaskan bahwa Kemenag akan terus membangun kemitraan yang kuat dengan gereja dan lembaga keagamaan lainnya. Ia berharap hasil rumusan dari kongres ini dapat disampaikan secara berjenjang kepada pemerintah agar program-program yang relevan dapat dikolaborasikan.
“Kita bermitra. Program strategis gereja yang dapat diakomodasi pemerintah tentu akan kita dukung. Penguatan pemuda lintas agama juga sangat penting untuk mencegah terjadinya gesekan sosial di masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Andrikus Mofu, dalam sambutannya menyoroti KLB ini sebagai langkah strategis untuk membenahi kelembagaan dan memperkuat FGM sebagai wadah kaderisasi kepemimpinan gereja.
Andrikus mengingatkan bahwa FGM adalah bagian tak terpisahkan dari struktur gereja yang harus beroperasi sesuai Tata Gereja, dengan landasan misi pelayanan dan kesaksian.
“FGM bukan milik kelompok tertentu, tetapi milik gereja. Karena itu, kita semua bertanggung jawab untuk membina, mendampingi, dan mempersiapkan generasi muda sebagai kader pelayanan dan kepemimpinan gereja,” tegas Andrikus.
Ia pun mengajak seluruh peserta kongres untuk menjadikan momen ini sebagai titik balik pembaruan organisasi, mempererat persatuan, dan melangkah maju tanpa perlu saling menyalahkan atas kekurangan di masa lalu.
Diikuti Ratusan Delegasi Se-Tanah Papua
Ketua Panitia KLB FGM GKI di Tanah Papua, Pdt. Edison Sekenyap, melaporkan bahwa kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 26–27 Februari 2026, dengan mengusung tema “Bertumbuh dan Melayani Bersama”.
KLB ini digelar sebagai respons atas dinamika internal organisasi sekaligus menjawab kebutuhan strategis pelayanan generasi muda gereja dalam menyongsong abad kedua peradaban bangsa Papua.
Kegiatan ini dihadiri oleh 169 peserta pada saat pembukaan, dengan sejumlah peserta lain yang masih dalam perjalanan. Para peserta terdiri dari:
Unsur Badan Pekerja Sinode
Badan Pekerja Wilayah
Tingkat Klasis
Pengurus FGM dari berbagai tingkatan
Delegasi dari berbagai wilayah di Tanah Papua
Rangkaian acara KLB meliputi ibadah pembukaan, sidang paripurna, pandangan umum, rapat komisi, pemilihan tim formatur kepengurusan baru, penetapan hasil sidang, dan akan ditutup dengan ibadah syukur.(Rilis)








