Hilal Tak Teramati di Merauke Posisi Minus 1,93 Derajat, Kemenag Papua Pesankan Toleransi

- Redaksi

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merauke, Papuaterdepan.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua bersama Tim Falakiyah, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Pengadilan Agama telah menggelar pemantauan (rukyatul) hilal penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Observasi ini dipusatkan di Pos Observasi Bulan (POB) Pantai Lampu Satu, Kabupaten Merauke, pada Selasa (17/2/2026) sore. Berdasarkan data astronomis dan pemantauan langsung di lapangan, hilal dipastikan tidak teramati karena posisinya masih berada di bawah ufuk.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Pdt. Klemens Taran, menegaskan bahwa kehadiran tim gabungan di Merauke bukan sekadar untuk menguji kebenaran perhitungan matematis (hisab). Lebih dari itu, observasi ini adalah wujud ketaatan terhadap perintah agama sekaligus tugas institusional dari negara.

“Apa pun hasil dari pengamatan kita di Merauke pada hari ini, data tersebut akan menjadi landasan dan laporan pendukung yang krusial bagi pelaksanaan Sidang Isbat di tingkat pusat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia,” ujar Klemens dalam keterangan resminya.

Pesan Toleransi Sikapi Perbedaan

Baca Juga :  Jelang Pemulangan Gelombang II, Kemenag minta Jamaah Haji Taati Aturan Barang Bawaan

Merespons kemungkinan adanya perbedaan dalam penetapan 1 Ramadan 1447 H di tengah masyarakat, Kakanwil menitipkan pesan penting agar umat Islam dan masyarakat luas tetap menjaga kerukunan.

“Walaupun nantinya mungkin terdapat perbedaan dalam penetapan dan pelaksanaan awal Ramadan, marilah kita senantiasa mengedepankan sikap saling menghargai, menghormati, serta terus menjaga kebersamaan dan kedamaian di tengah masyarakat,” harapnya.

Peluang Terlihat Mustahil Secara Ilmiah

Secara ilmiah, peluang terlihatnya hilal di ufuk Merauke memang sangat kecil, bahkan bisa dikatakan mustahil. Perwakilan BMKG Merauke memaparkan bahwa konjungsi baru terjadi pada pukul 21.01.07 WIT.

“Posisi bulan (hilal) berada di sebelah selatan bawah matahari dengan ketinggian minus 1,93 derajat. Fraksi iluminasi atau kecerahan hilal hanya sebesar 0,02 persen. Dari data ini dipastikan bahwa hilal mustahil terlihat karena masih di bawah ufuk,” jelas pihak BMKG. Kondisi ini turut diperkuat dengan cuaca di lokasi pengamatan yang dilaporkan berawan sejak sore hingga malam hari.

Ketua Tim Hisab Rukyat (Falakiyah) Provinsi Papua, Dr. Hendra Y. Rahman, mempertegas hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa posisi hilal yang minus tidak hanya terjadi di ufuk timur, tetapi merata di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden

“Ketinggian hilal dari Merauke ini minus 2 derajat. Jangankan di sini, sampai di Sabang pun posisinya masih minus 0,9 di bawah ufuk. Jadi kalau ada yang mengatakan melihat hilal dari Merauke sampai Sabang sana, itu wajib ditolak,” tegas akademisi IAIN Fattahul Muluk tersebut.

Kesiapan Prosedural Pengadilan Agama

Sebagai bentuk kesiapan prosedural yang berlaku sejak 2023, Pengadilan Agama turut bersiaga di lokasi. Kehadiran mereka bertujuan untuk menggelar sidang insidentil dan mengambil sumpah perukyat apabila sewaktu-waktu ada yang mengklaim berhasil melihat hilal.

Pemantauan ini juga disaksikan langsung oleh Plt. Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Papua, Muslimin Yelipele, serta para perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam, mulai dari MUI, NU, Muhammadiyah, Dewan Masjid Indonesia (DMI), hingga Yayasan Pendidikan Agama Islam. Seluruh data hasil pengamatan POB Merauke ini langsung diteruskan ke Jakarta malam itu juga.

Berita Terkait

Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja
ASN Kemenag Papua Diingatkan Tak Menyerah Saat Hasil Kerja Belum Terlihat
Gema Selawat di Kemenag Papua, Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Cinta Tanah Air
Kemenag Jayapura Tekankan ASN Tak Campur Urusan Pribadi dengan Tugas Kedinasan
Kemenag Papua Perkuat Deteksi Dini, Kerukunan Umat Beragama Jadi Modal Jaga Kedamaian
Lulusan IAIN Fattahul Muluk Papua Diminta Tak Sekadar Cari Kerja, Tapi Ciptakan Perubahan
Kodam XVII/Cenderawasih Siapkan 2.190Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla di Papua
Kasus Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Paulinus: Jangan Jadikan Warga Sipil Korban

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:32 WIB

ASN Kemenag Papua Diingatkan Tak Menyerah Saat Hasil Kerja Belum Terlihat

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:24 WIB

Gema Selawat di Kemenag Papua, Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Cinta Tanah Air

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Kemenag Jayapura Tekankan ASN Tak Campur Urusan Pribadi dengan Tugas Kedinasan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Kemenag Papua Perkuat Deteksi Dini, Kerukunan Umat Beragama Jadi Modal Jaga Kedamaian

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya