Jayapura,Papuaterdepan.com,— Sebanyak 68 mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, yang berdomisili di asrama mahasiswa Kota Jayapura menerima bantuan sosial berupa paket bahan pokok dari pemerintah pusat melalui Ondofolo Kampung Waena dalam rangka menyambut Hari Raya Natal 2024.
Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Intan Jaya, Yosafat Mujijau, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia mengatakan, selama ini mahasiswa tidak pernah menerima bantuan kebutuhan pokok dari pemerintah daerah setempat.
“Dengan demikian kami mengucapkan banyak terima kasih karena ini pertama kalinya ada kegiatan kunjungan kasih dari Ondofolo Kampung Waena,” ujar Yosafat.
Menurut dia, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi antara mahasiswa dan pemerintahan adat di Kota Jayapura.
“Bagi kami, kunjungan kasih ini sangat berkesan dan kami sangat mengapresiasi Bapak Ondofolo Kampung Waena,” tambahnya.
Ketua Asrama Mahasiswa Kabupaten Intan Jaya, Neles Sani, menjelaskan bahwa selama ini mahasiswa yang tinggal di asrama saling bekerja sama dengan sistem patungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Dengan adanya bantuan dari Bapak Ondofolo Kampung Waena, kami sangat senang karena kami bisa memenuhi kebutuhan kami, terutama menjelang Hari Raya Natal,” kata Neles.
Data pengurus asrama menyebutkan, dari sekitar 300 mahasiswa Intan Jaya yang menempuh pendidikan di Kota Jayapura, sebanyak 68 orang di antaranya berdomisili di asrama mahasiswa.
Ondofolo Kampung Waena, Richard Ohee, mengatakan bahwa suasana kasih Natal menjadi momentum untuk menjaga persatuan dan kebersamaan. Ia mengajak mahasiswa tetap fokus pada tujuan utama mereka menempuh pendidikan di Jayapura.
“Kami mengajak adik-adik mahasiswa untuk menghindari semua persoalan karena tujuan adik di Kota Jayapura adalah untuk menempuh pendidikan. Dengan pendidikan yang baik maka wawasan semakin terbuka dan bisa membangun Tanah Papua,” ujar Richard Ohee.
Ia berharap mahasiswa Intan Jaya dapat menjadi generasi yang memberi kontribusi positif bagi pembangunan di Tanah Papua di masa mendatang.









