Kemenag Papua perdalam pemahaman pegawai soal tata cara pengurusan jenazah

- Redaksi

Senin, 15 Desember 2025 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,Papuaterdepan.com — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua membekali pegawai Muslim dengan pemahaman mendalam mengenai fikih kematian (fiqh al-Jana’iz) dan tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam melalui kegiatan pengajian rutin.

Pegawai Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Papua, Imam Rochimi, saat memberikan materi di Jayapura, Senin (15/12), menegaskan bahwa pengurusan jenazah merupakan kewajiban kolektif (fardhu kifayah) yang harus dipahami oleh umat Islam.

“Pengurusan jenazah meliputi memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan memakamkan. Setiap Muslim dianjurkan untuk memahami dan mampu melaksanakannya ketika dibutuhkan di tengah masyarakat,” kata Imam di Musala Al-Ikhlas Kanwil Kemenag Papua.

Baca Juga :  Kanwil Kemenag Papua: Pancasila jadi fondasi perdamaian dunia

Dalam paparan yang merujuk pada dalil Al-Qur’an, hadis, dan kitab fikih, Imam menjelaskan secara rinci tahapan pengurusan jenazah. Mulai dari talqin (bimbingan kalimat tauhid) saat sakaratul maut, teknis memandikan, hingga ketentuan kain kafan—tiga lapis untuk laki-laki dan lima lapis untuk perempuan.

Ia juga menyoroti berbagai praktik tradisi di masyarakat, seperti azan di kubur atau tabur bunga. Menurut Imam, perbedaan praktik tersebut memiliki dasar ijtihad ulama dan tidak semestinya menjadi bahan perdebatan.

“Tradisi tabur bunga, misalnya, memiliki landasan kias (qiyas) dari kisah Rasulullah SAW yang menancapkan pelepah kurma basah sebagai doa agar siksa kubur diringankan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kemenag Salurkan Bantuan Rumah Ibadah di Papua

Namun, ia mengingatkan agar masyarakat dapat membedakan antara tradisi yang memiliki sandaran syariat dengan yang murni budaya, seperti memecahkan kelapa di makam yang dinilai tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.

Melalui kajian ini, Kanwil Kemenag Papua berharap para Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya memahami teori fikih kematian, tetapi juga mampu menjadi teladan dan pelayan umat dalam mempraktikkan pengurusan jenazah secara tepat di lingkungan masing-masing.(Rilis)

Berita Terkait

Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja
ASN Kemenag Papua Diingatkan Tak Menyerah Saat Hasil Kerja Belum Terlihat
Gema Selawat di Kemenag Papua, Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Cinta Tanah Air
Kemenag Jayapura Tekankan ASN Tak Campur Urusan Pribadi dengan Tugas Kedinasan
Kemenag Papua Perkuat Deteksi Dini, Kerukunan Umat Beragama Jadi Modal Jaga Kedamaian
Lulusan IAIN Fattahul Muluk Papua Diminta Tak Sekadar Cari Kerja, Tapi Ciptakan Perubahan
Kodam XVII/Cenderawasih Siapkan 2.190Personel dan Peralatan Hadapi Ancaman Karhutla di Papua
Kasus Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Paulinus: Jangan Jadikan Warga Sipil Korban

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:32 WIB

ASN Kemenag Papua Diingatkan Tak Menyerah Saat Hasil Kerja Belum Terlihat

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:24 WIB

Gema Selawat di Kemenag Papua, Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Cinta Tanah Air

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Kemenag Jayapura Tekankan ASN Tak Campur Urusan Pribadi dengan Tugas Kedinasan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Kemenag Papua Perkuat Deteksi Dini, Kerukunan Umat Beragama Jadi Modal Jaga Kedamaian

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya