Jayapura, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua melalui Bidang Haji dan Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menggelar kegiatan Penyusunan Laporan Keuangan Operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji (LKOPIH) Tahun 1446 H/2025 M di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, dimulai Jumat, 17 dan akan berlangsung hingga 20 Juli 2025.
Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Yokbed Griapon, S.Sos, M.A.P., Kabid Pendidikan Kristen Kanwil Kemenag Papua, membuka kegiatan LKOPIH ini. Kabid Haji dan Bimas Islam Kanwil Kemenag Papua, H. Musa Narwawan, S.Ag., M.M., hadir mendampingi pembukaan kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Yokbed Griapon menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah tanggung jawab moral dan profesional dalam menjaga amanah umat, khususnya dalam aspek penyelenggaraan ibadah haji yang melibatkan keuangan, layanan, dan tata kelola yang baik.
“Nilai akuntabilitas dan transparansi bukanlah slogan semata. Ini adalah prinsip kerja yang harus terinternalisasi dalam setiap proses yang kita jalankan,” jelas Plh. Kakanwil.
Di akhir sambutannya, Yokbed berharap agar kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar satuan kerja (satker), meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan laporan keuangan berbasis sistem terintegrasi, dan meminimalisir potensi temuan audit di masa yang akan datang.
“Kita ingin membangun citra tata kelola haji yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” tutup Yokbed.
Ketua Panitia Hj. Afiat Djamalilleil, S.Kom, juga memberikan penjelasan mengenai tujuan diselenggarakannya kegiatan ini, yaitu untuk menyusun laporan keuangan pengelolaan anggaran haji yang bersumber dari nilai manfaat di seluruh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota di Provinsi Papua. Laporan tersebut nantinya akan dikompilasi oleh Kanwil Kemenag Provinsi Papua dan disampaikan kepada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.
“Kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta yang terdiri dari para pengelola operasional penyelenggaraan ibadah haji dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota di Provinsi Papua,” tambah Afiat.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini dihadiri oleh 31 peserta yang merupakan pengelola operasional penyelenggaraan ibadah haji dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pengelolaan laporan keuangan penyelenggaraan haji di Papua dapat semakin terintegrasi dan efektif dalam mendukung kelancaran ibadah haji di masa mendatang.**(rilis)









