Papuaterdepan.com, Keerom, – Puluhan siswa dan mahasiswa dari dua Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) serta dua Sekolah Tinggi Katolik di Papua menjadi sampel Survei Indeks Keberagamaan yang digelar Kementerian Agama RI melalui Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM (BMBPSDM).
Survei yang berlangsung di SMAK Negeri Keerom pada Rabu (20/8/2025) ini dipantau langsung oleh Kepala Bidang Bimas Katolik Kanwil Kemenag Papua, Fransiscus Xaferius Lesomar. Ia menegaskan survei ini penting untuk menakar sejauh mana pendidikan agama membentuk sikap keberagamaan generasi muda Papua.
“Indeks keberagamaan ini menjadi instrumen untuk memastikan pendidikan agama mampu melahirkan generasi yang moderat, toleran, dan inklusif,” ujar Fransiscus.
Survei ini mengukur lima dimensi utama, yaitu persepsi keagamaan, preferensi, latar belakang keluarga, lingkungan sosial, dan pengaruh media digital.
Adapun sekolah dan kampus yang terlibat antara lain SMAK Negeri Keerom, SMAK Seminari St. Fransiskus Asisi Waena, STK St. Yakobus Merauke, dan STK Touye Paapaa Deiyai. Total sampel mencakup puluhan siswa dan mahasiswa dari jenjang SMA hingga perguruan tinggi.
Kemenag berharap hasil survei ini menjadi pijakan dalam memperkuat pendidikan agama yang tidak hanya mengajarkan doktrin, tetapi juga menanamkan nilai kebangsaan, persaudaraan, dan moderasi beragama.









