Sambut Muharam, Pegawai Kemenag Papua Diajak Perkuat Iman dan Perbanyak Amal Kebajikan

- Redaksi

Senin, 8 Juni 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA – Suasana khidmat mewarnai pengajian rutin pegawai Muslim Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua yang berlangsung di Musala Al-Ikhlas. Kegiatan pembinaan rohani tersebut menjadi wadah refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman bagi aparatur sipil negara di lingkungan Kemenag Papua dalam menyambut dan mengisi bulan Muharam.

Pengajian yang diikuti para pejabat dan pegawai Muslim itu menghadirkan Ustadz Imam Rohimi sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan Muharam sebagai titik awal untuk memperbaiki kualitas diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Menurutnya, Muharam merupakan bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam karena termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan menjauhi berbagai perbuatan yang dapat mengurangi nilai ketakwaan.

“Bulan Muharam adalah kesempatan bagi setiap Muslim untuk melakukan evaluasi diri dan memperbanyak amal saleh. Ini momentum yang sangat baik untuk memulai perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa salah satu amalan yang dianjurkan pada bulan Muharam adalah puasa sunah, terutama pada tanggal 9 dan 10 Muharam yang dikenal sebagai puasa Tasu’a dan Asyura. Amalan tersebut memiliki keutamaan besar dan menjadi bagian dari sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Baca Juga :  Peringatan Hari Ibu, Menag Harap Kaum Perempuan Makin Berdaya dan memliki Power

Selain meningkatkan kualitas ibadah personal, Ustadz Imam Rohimi juga mengingatkan pentingnya memperkuat kepedulian sosial selama bulan Muharam. Menurutnya, semangat berbagi kepada sesama merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai keislaman yang harus terus ditumbuhkan.

Ia mendorong peserta pengajian untuk memperbanyak sedekah, membantu masyarakat yang membutuhkan, menyantuni anak yatim, serta menjaga hubungan baik dengan keluarga dan lingkungan sekitar.

“Keutamaan Muharam tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama. Semakin besar manfaat yang kita berikan kepada orang lain, semakin besar pula nilai kebaikan yang kita tanamkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Imam Rohimi juga mengajak peserta memahami berbagai tradisi yang berkembang di tengah masyarakat secara bijaksana. Ia menekankan bahwa umat Islam perlu tetap menjadikan Al-Qur’an dan sunah sebagai landasan utama dalam menyikapi berbagai kebiasaan atau budaya yang berkembang di lingkungan sosial.

Menurutnya, keberagaman tradisi perlu dipahami secara proporsional selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip akidah dan nilai tauhid.

Baca Juga :  Perkuat Akuntabilitas, Kanwil Kemenag Papua Dampingi STAKPN Sentani Benahi Tata Kelola BI dan SAKIP

“Yang paling penting adalah menjaga keyakinan bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah SWT. Tradisi dan budaya harus ditempatkan sebagai bagian dari kearifan masyarakat tanpa menggeser nilai-nilai keimanan,” jelasnya.

Sementara itu, jajaran Kanwil Kemenag Papua menilai pengajian rutin memiliki peran penting dalam membangun karakter aparatur yang tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat.

Melalui kegiatan tersebut, pegawai diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara tugas pelayanan kepada masyarakat dan tanggung jawab sebagai pribadi yang beriman serta berakhlak mulia.

Pengajian rutin yang dilaksanakan secara berkala ini juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat budaya kerja yang dilandasi nilai integritas, tanggung jawab, dan spiritualitas.

Dengan semangat Muharam, para pegawai diajak menjadikan tahun baru Islam sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat kepedulian sosial, dan menghadirkan semangat baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui refleksi keagamaan tersebut, diharapkan lahir pribadi-pribadi yang semakin dekat dengan Allah SWT, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik.(Rilis)

Berita Terkait

Kejati Papua Sabet Juara Nasional Bidang Intelijen, Raih Skor 1.087
Kajati Papua Rotasi Aspidsus hingga Kajari, Fokus Perkuat Penegakan Hukum di Papua
Aksi Besar Pemuda Adat Tabi, Komnas HAM Didesak Tuntaskan Kasus Yahukimo
Dari Papan Catur Menuju Prestasi, KOGERCEP Siapkan Atlet Muda Papua
100 Ribu Warga dan Tokoh Lintas Agama Padati Monas, Doakan Indonesia Jelang HUT ke-81 RI
Umat Hindu Papua Diajak Jadikan Doa Kebangsaan sebagai Wujud Bhakti untuk Indonesia
Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Kemenag Matangkan Persiapan untuk 100 Ribu Peserta di Monas
Kemenag Papua Dorong Umat Beragama Jadikan Doa sebagai Energi Persatuan Bangsa

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Kejati Papua Sabet Juara Nasional Bidang Intelijen, Raih Skor 1.087

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:37 WIB

Kajati Papua Rotasi Aspidsus hingga Kajari, Fokus Perkuat Penegakan Hukum di Papua

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:37 WIB

Aksi Besar Pemuda Adat Tabi, Komnas HAM Didesak Tuntaskan Kasus Yahukimo

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:27 WIB

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, KOGERCEP Siapkan Atlet Muda Papua

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:07 WIB

Umat Hindu Papua Diajak Jadikan Doa Kebangsaan sebagai Wujud Bhakti untuk Indonesia

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya