Menuju WBK/WBBM, Kemenag Papua Perketat Kualitas Evidensi Pelayanan Publik

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA, Papuaterdepan.com — Tim Penilai Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua terus memacu kinerja demi meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Fokus utama saat ini diarahkan pada optimalisasi pemenuhan bukti dukung (evidence) yang berkualitas.

Hal tersebut menjadi bahasan utama dalam rapat Kelompok Kerja (Pokja) Pelayanan Publik yang digelar di Ruang Rapat Amsal Yowei, Kanwil Kemenag Papua, Rabu (05/11/2025).

Ketua Pokja Pelayanan Publik, Musa Narwawan, menegaskan bahwa administrasi yang rapi adalah tulang punggung penilaian. Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Haji dan Bimas Islam ini meminta setiap kegiatan memiliki rekam jejak yang jelas.

Baca Juga :  Kemenag Papua apresiasi sukses perayaan Natal cerminkan moderasi beragama

“Sebagian besar tugas kita ada di layanan publik dan kehumasan. Setiap kegiatan harus punya bukti pendukung—baik itu SK, daftar hadir, atau dokumentasi. Semua perlu terukur dan terdokumentasi dengan baik,” ujar Musa.

Ia juga mengajak seluruh anggota tim untuk memperkuat kolaborasi. Menurutnya, kekurangan data atau dokumen bisa diselesaikan jika koordinasi antar-lini berjalan lancar sebelum tenggat waktu berakhir.

Jangan Asal Unggah

Sementara itu, Ketua Tim Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) dan Kerukunan Umat Beragama (KUB), Elisabet Maru Todingbunga, memberikan catatan kritis terkait teknis pengunggahan dokumen. Ia mengingatkan tim agar tidak sekadar menggugurkan kewajiban.

Baca Juga :  Gandeng Biro Baru, IAIN Fattahul Muluk Papua Akselerasi Transformasi Menuju UIN

“Kita jangan asal unggah evidensi. Setiap bukti harus menunjukkan output nyata yang bisa diverifikasi dan dinyatakan lolos oleh tim penilai. Itu target realistis kita,” tegas Elisabet.

Lebih lanjut, Elisabet menekankan urgensi penyusunan Standar Pelayanan (SP) sebagai fondasi utama area pelayanan publik.

“Standar pelayanan itu kuncinya. Kalau belum dibuat, harus segera dimulai sekarang. Jangan sampai terus menunda hingga tahun depan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Shalat Id di Jayapura, Momentum Merawat Damai di Tanah Papua
Silaturahmi Ramadan, Kemenag Papua Hadiri Buka Puasa Bersama Gubernur Mathius Fakhiri
Berikan Pelayanan Rohani, Penyuluh Kemenag Kota Jayapura Sambangi Lapas Kelas IIA Abepura
Puncak Program Ramadan Baznas Papua 2026: Salurkan 500 Paket Santunan hingga Laporkan Kinerja 5 Tahun
Kemenag Papua Gandeng RRI dan TVRI Gaungkan Moderasi Beragama dan Ekoteologi
Kemenag Terbitkan Panduan Takbiran Idul Fitri 1447 H Berbarengan Nyepi di Bali
Sentuhan Rohani di Lapas Abepura, Kemenag Jayapura Ajak Warga Binaan Rayakan Prapaskah
Wujudkan Konsep Ekoteologi, Kemenag Jayapura Hijaukan Halaman Gereja Kingmi Onomi

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 08:17 WIB

Shalat Id di Jayapura, Momentum Merawat Damai di Tanah Papua

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:43 WIB

Silaturahmi Ramadan, Kemenag Papua Hadiri Buka Puasa Bersama Gubernur Mathius Fakhiri

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:19 WIB

Berikan Pelayanan Rohani, Penyuluh Kemenag Kota Jayapura Sambangi Lapas Kelas IIA Abepura

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:48 WIB

Puncak Program Ramadan Baznas Papua 2026: Salurkan 500 Paket Santunan hingga Laporkan Kinerja 5 Tahun

Senin, 9 Maret 2026 - 14:12 WIB

Kemenag Papua Gandeng RRI dan TVRI Gaungkan Moderasi Beragama dan Ekoteologi

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya