Sambut Waisak, Pembimas Buddha Papua Ajak Umat Jaga Alam Lewat Gerakan Eco Enzyme

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, Papuaterdepan.com — Menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kanwil Kemenag Papua, Sarono, bersama jajaran dan umat Buddha di wilayah Jayapura resmi memulai gerakan pelestarian lingkungan berbasis eco enzyme.

Kegiatan bertajuk Edukasi Pembuatan Eco Enzyme ini digelar secara bauran (hybrid) daring dan luring, berpusat di Ruang Kelas Nava Dhammasekha, Gedung Vihara Numbay Santi Jaya, Entrop, Kota Jayapura, Kamis (07/05/2026). Langkah ini merupakan wujud nyata penerapan program ekoteologi yang diinisiasi oleh Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI.

Ekoteologi: Merawat Alam sebagai Wujud Pemurnian Ajaran
Direktur Jenderal Bimas Buddha Kemenag RI, Supriyadi, dalam sambutan virtualnya menegaskan bahwa manusia memiliki keterikatan yang tidak bisa dipisahkan dengan alam semesta. Oleh karena itu, pengelolaan limbah rumah tangga secara bijak menjadi tanggung jawab moral bersama.

Baca Juga :  Sinergi Lintas Sektoral: Kepala Kemenag Kota Jayapura Kawal Paripurna LKPJ Walikota Tahun 2025

“Hari ini kita memulai sebuah gerakan besar untuk kepedulian terhadap alam semesta. Kita harus menyadari bahwa manusia memiliki keterhubungan dengan alam dan memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangannya,” ujar Supriyadi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua STABN Sriwijaya Tangerang Banten, Edi Ramawijaya Putra, memaparkan secara teknis bahwa eco enzyme adalah cairan multiguna hasil fermentasi limbah organik dapur, seperti kulit buah dan sisa sayuran. Memanfaatkan limbah ini sama dengan menekan produksi gas metana berbahaya dari tumpukan sampah kota.

Aksi Nyata di Jayapura: Dari Edukasi hingga Pemulihan Kali Acai
Pembimas Buddha Papua, Sarono, menyatakan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada teori pembuatan saja. Pihaknya telah menyusun rangkaian aksi nyata pasca-edukasi yang menyasar titik ekosistem kritis di Jayapura.

Berikut adalah tiga rangkaian agenda ekoteologi Waisak 2570 BE di Papua:

Baca Juga :  Kemenag Kota Jayapura Ajak Pegawai Jadikan Sedekah Sebagai Budaya Kerja dan Kepedulian Sosial

7 Mei 2026: Edukasi dan praktik pembuatan eco enzyme massal bersama guru, siswa Nava Dhammasekha, dan umat Buddha.

8 Mei 2026: Perawatan tanaman berkelanjutan yang telah ditanam pada program tahun sebelumnya.

10 Mei 2026: Aksi lingkungan penuangan cairan eco enzyme langsung ke aliran air Kali Acai, Abepura.

“Tujuan kegiatan ini adalah memanfaatkan apa yang sudah tidak terpakai agar tetap bermanfaat dan tidak mencemari alam. Khusus untuk Kali Acai, penuangan eco enzyme ini diharapkan mampu menetralisir polutan dan membantu memulihkan ekosistem sungai yang mulai tercemar agar kembali normal,” pungkas Sarono.

Melalui momentum Waisak ini, Kemenag Papua berharap gerakan eco enzyme dapat diadopsi secara luas oleh masyarakat Jayapura sebagai gaya hidup baru yang ramah lingkungan demi kelestarian bumi.(Rilis)

Berita Terkait

Yonif TP 810/Bemare Gelar Ngobras, Pererat Silaturahmi dengan Warga Doyo Lama
Layani Warga Kampung Sosiri, Yonif TP 810/BEM Gelar Pengobatan Gratis
Dialog Adat Pemuda Damai Papua, Billy Kreeuw Tekankan Pentingnya Toleransi
Pemuda Yoka Nyatakan Sikap Tolak Kekerasan, Serukan Papua Tetap Damai
Yonif TP 810/BEM Perkuat Keamanan di Doyo Baru, Patroli Jadi Sarana Dekatkan Diri dengan Masyarakat
Dari Lapangan Sekolah di Sentani, Yon TP 810 Bangun Karakter Generasi Muda Papua
Pengurus BMP Mamberamo Raya Dilantik, Siap Kawal Program Pembangunan
Kemenag Supiori Perkuat Pendampingan Pasien Melalui Pelayanan Rohani

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Yonif TP 810/Bemare Gelar Ngobras, Pererat Silaturahmi dengan Warga Doyo Lama

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Layani Warga Kampung Sosiri, Yonif TP 810/BEM Gelar Pengobatan Gratis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Dialog Adat Pemuda Damai Papua, Billy Kreeuw Tekankan Pentingnya Toleransi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Pemuda Yoka Nyatakan Sikap Tolak Kekerasan, Serukan Papua Tetap Damai

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Yonif TP 810/BEM Perkuat Keamanan di Doyo Baru, Patroli Jadi Sarana Dekatkan Diri dengan Masyarakat

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya