Jayapura, Papuaterdepan.com,- Ratusan umat, guru, hingga siswa Nawa Dhammasekha turun langsung menggelar aksi bersih-bersih di Vihara Arya Dharma Skyline, Kota Jayapura, Jumat (08/05/2026).
Aksi lingkungan ini merupakan turunan langsung dari Surat Edaran Dirjen Bimas Buddha Nomor 106 Tahun 2026 tentang Vesakha Sananda yang mewajibkan gerakan kebajikan dan pelestarian alam sepanjang bulan Mei.
Rawat Pohon Matoa dan Durian, Edukasi Sejak Dini
Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kanwil Kemenag Papua, Sarono, menjelaskan bahwa aksi kali ini tidak sekadar menyapu area rumah ibadah. Umat secara khusus melakukan perawatan berkala terhadap tanaman produktif yang ditanam pada program Vesakha Sananda tahun lalu.
“Hari ini di Vihara Arya Dharma dilakukan bersih-bersih tempat ibadah, sekaligus merawat masing-masing 25 pohon matoa dan durian hasil tanam tahun sebelumnya. Kami juga mengedukasi generasi muda Buddha sejak dini untuk mencintai lingkungan,” ujar Sarono.
Sarono menambahkan, sepanjang periode 1 hingga 31 Mei 2026, umat Buddha di Papua berkomitmen penuh memutus rantai polusi dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai (reduce) serta mendaur ulang limbah (recycle).
Agenda Sosial Mei 2026: Donor Darah hingga Bersih Sungai
Aksi ekoteologi di Vihara Arya Dharma Skyline ini merupakan pemantik dari rangkaian kegiatan sosial kemanusiaan yang telah dirancang Bimas Buddha Papua selama satu bulan penuh.
Berikut adalah lini masa agenda strategis umat Buddha Papua sepanjang Mei 2026:
10 Mei 2026: Aksi penuangan cairan eco enzyme massal di Kali Acai untuk memurnikan ekosistem sungai dari pencemaran.
17 Mei 2026: Aksi kemanusiaan donor darah massal.
Bulan Mei: Kunjungan kasih dan penyaluran bantuan ke panti asuhan serta rumah jompo di Jayapura.
24 Mei 2026: Puncak perayaan Dharmasanti Waisak di Vihara Arya Dharma.
Dharmasanti Waisak Jadi Simbol Toleransi Papua
Mewakili pengurus Vihara Arya Dharma Jayapura, Ponco S. Winata, menyambut hangat sinergi rutin yang dibangun bersama Kemenag Papua setiap menjelang Waisak. Menariknya, perayaan puncak Dharmasanti Waisak pada 24 Mei mendatang akan dijadikan panggung penguat moderasi beragama di Bumi Cendrawasih.
“Kepanitiaan Waisak tahun ini didominasi oleh generasi muda yang sangat antusias. Pada acara Dharmasanti nanti, kami akan mengundang Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan teman-teman lintas agama di Kota Jayapura untuk hadir bersama,” ungkap Ponco.
Meski dijalankan dengan prinsip efisiensi anggaran pemerintah, komitmen umat Buddha di Papua untuk menebar kebajikan sosial dan menjaga kelestarian alam tetap berjalan maksimal dan berkesinambungan.(Rilis)









