Menag Nasaruddin Umar Soroti Kinerja Humas: Harus Proaktif, Jangan Tunggu “Api” Membesar

- Redaksi

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA, Papuaterdepan.com – Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menginstruksikan jajaran Hubungan Masyarakat (Humas) Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah. Humas juga dituntut untuk mengelola komunikasi publik yang lebih proaktif, adaptif, dan berbasis data.

Pesan tegas ini disampaikan Menag dalam agenda Breakfast Meeting Kemenag Tahun 2026 yang digelar secara hybrid (luring di Jakarta dan daring) pada Rabu (10/2/2026).

Dari Jayapura, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Papua, Dwiharjanto, turut mengikuti pertemuan strategis ini mewakili Kepala Kanwil dari ruang pertemuan Amsal Yowei.

“Saya memberikan apresiasi kepada rekan-rekan humas. Banyak prestasi yang telah dicapai. Namun di balik itu, kita juga menghadapi tantangan besar yang perlu kita benahi bersama,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam arahannya.

Tantangan Struktur, Anggaran, dan Manajemen Isu

Menag menyoroti struktur Kemenag yang sangat luas—meliputi kantor wilayah di seluruh provinsi, ratusan kantor kabupaten/kota, hingga ribuan Kantor Urusan Agama (KUA) di pelosok nusantara. Besarnya struktur ini berbanding terbalik dengan minimnya publikasi yang dihasilkan.

Baca Juga :  Dirjen Bimas Kristen Beri Pembinaan Guru PAK dan SPKK di Papua

Ia juga meminta jajaran pimpinan, mulai dari Sekretaris Jenderal hingga para Kepala Kanwil, untuk mengevaluasi alokasi anggaran kehumasan agar sebanding dengan luasnya cakupan layanan Kemenag.

Lebih lanjut, Menag mengkritik lambannya respons kehumasan terhadap isu-isu sensitif di masyarakat, seperti radikalisme, konflik keagamaan, hingga dinamika layanan haji.

“Sering kali publik sudah lebih dahulu mendapatkan narasi negatif sebelum klarifikasi kita hadir. Ini harus diperbaiki. Humas harus proaktif, bukan menunggu api membesar baru bertindak,” tegasnya.

Adaptasi Digital dan “Storytelling” yang Humanis

Menag mengingatkan bahwa di era digital, pergerakan arus informasi sangat cepat dan tanpa batas wilayah. Isu lokal di daerah dapat meledak menjadi isu nasional dalam hitungan menit. Oleh karena itu, diperlukan keseragaman narasi antara pusat dan daerah agar tidak membingungkan masyarakat.

Ia juga mendorong peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Humas Kemenag, khususnya di daerah, agar menguasai strategi komunikasi modern dan pengelolaan media digital.

Baca Juga :  Kemenag Papua apresiasi sukses perayaan Natal cerminkan moderasi beragama

“Konten kita juga jangan terlalu formal dan birokratis. Perlu storytelling yang humanis agar lebih dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda,” pesannya. Menag juga meminta agar humas pusat tidak hanya terpusat pada isu di Jakarta, melainkan turut mengangkat berbagai prestasi madrasah, pesantren, dan inovasi daerah.

Berbasis Data dan Fokus pada Institusi

Dalam menjawab tuntutan transparansi publik, Menag menyarankan Humas Kemenag untuk selalu menggunakan data yang valid, seperti rujukan dari Badan Pusat Statistik (BPS) atau lembaga kredibel lainnya saat merespons isu publik.

Pada penutup arahannya, Menag Nasaruddin Umar mengingatkan kembali filosofi dasar komunikasi pemerintah.

“Bukan Menteri Agamanya yang harus terkenal, tetapi Kementerian Agamanya yang harus dikenal luas sebagai institusi yang menyuarakan nilai-nilai agama, anti-radikalisme, anti-korupsi, dan menjunjung tinggi moralitas bangsa,” pungkasnya.(Rilis)

Berita Terkait

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah
PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri
Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang
Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden
Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA
Makna Idul Fitri Menurut Menag: Hati yang Terbuka dan Aktif Menebar Manfaat
Rukyat di Ujung Timur Indonesia Belum Deteksi Hilal
Kemenag Cairkan BOS Pesantren Rp 111,9 Miliar Lebih Awal

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 09:37 WIB

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:43 WIB

PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:40 WIB

Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:20 WIB

Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:50 WIB

Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya