Jayapura, Papuaterdepan.com — Proses seleksi Calon Pimpinan (Capim) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Papua periode 2026–2031 memasuki babak akhir. Panitia Seleksi (Pansel) resmi merampungkan rapat finalisasi untuk menyaring 10 nama terbaik yang akan diajukan kepada Gubernur Papua.
Rapat pleno krusial ini digelar di Ruang Rapat Amsal Yowei Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua, Kamis (07/05/2026).
Seleksi Ketat dari 16 Menjadi 10 Besar
Ketua Pansel Capim Baznas Papua, M.B. Setiyo Wahyudi, menjelaskan bahwa 10 nama yang terpilih merupakan peserta terbaik yang berhasil lolos dari akumulasi nilai seluruh rangkaian tes. Sebelumnya, ada 16 peserta yang bersaing ketat melalui Computer Assisted Test (CAT), penulisan makalah, hingga wawancara mendalam.
“Alhamdulillah, seluruh proses seleksi berjalan objektif dan transparan. Dari 16 peserta, pansel telah menghasilkan 10 peserta terbaik yang insyaallah akan segera diumumkan secara resmi dan kami laporkan kepada Bapak Gubernur Papua,” ujar Setiyo.
Senada dengan Ketua Pansel, Anggota Pansel yang juga Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua, Iman Djuniawal, menegaskan bahwa penyaringan ini murni berbasis regulasi dan sistem penilaian baku demi menjaring figur yang memiliki kemampuan manajerial serta komitmen tinggi dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Alur Birokrasi: Dari Jayapura Menuju Baznas RI
Kepala Kanwil Kemenag Papua sekaligus Sekretaris Pansel, Klemens Taran, memaparkan langkah birokrasi selanjutnya setelah 10 nama ini diketok palu.
Berikut adalah tahapan lanjutan menuju pelantikan:
Pengajuan ke Pemda: 10 nama kandidat akan diajukan melalui Biro Tata Pemerintahan Provinsi Papua dan dikoordinasikan bersama Sekretaris Daerah (Sekda).
Rekomendasi Pusat: Nama-nama tersebut diteruskan kepada Baznas RI di Jakarta untuk mendapatkan persetujuan dan Surat Keputusan (SK) penetapan.
Pelantikan: Setelah SK dari Baznas RI terbit, pimpinan terpilih akan dilantik secara resmi oleh Gubernur Papua.
Target Rampung Mei 2026
Kemenag Papua berkomitmen penuh untuk mengawal proses ini agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan yang berlarut-larut. Targetnya, seluruh proses administratif hingga pelantikan dapat diselesaikan dalam bulan ini.
“Harapan kami, seluruh tahapan ini dapat selesai pada bulan Mei 2026 sehingga kepengurusan baru Baznas Papua bisa segera dilantik. Pimpinan yang terpilih nanti harus mampu menjadi mitra strategis Pemda dan Kemenag dalam pemberdayaan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan transparan,” pungkas Klemens Taran.(Rilis)









