Kemenag Papua Siapkan Pengamatan Hilal Penentu Awal Zulhijah 1447 H

- Redaksi

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, Papuaterdepan.com— Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua mulai bergerak cepat menyiapkan perangkat penentu awal bulan Zulhijah 1447 Hijriah. Melalui rapat koordinasi yang digelar di Musala Al-Ikhlas Kanwil Kemenag Papua, Selasa (05/05/2026), seluruh tim teknis dikumpulkan untuk mematangkan strategi pemantauan (rukyat) hilal.

Langkah ini diambil lebih awal demi memastikan kesiapan matang menjelang hari pemantauan serentak yang dijadwalkan pada Minggu, 17 Mei 2026 mendatang.

Misi Agama dan Tanggung Jawab Negara

Ketua Tim Rukyatul Hilal Kanwil Kemenag Papua, Hendra Yulia Rahman, menegaskan bahwa tugas ini memikul tanggung jawab yang besar. Tidak hanya urusan birokrasi, tetapi juga menyangkut kepastian ibadah umat Islam, khususnya menjelang Hari Raya Iduladha.

“Rukyatul hilal adalah perintah agama yang juga menjadi tanggung jawab negara. Ini bagian dari pelayanan kepada umat Islam dalam menentukan awal bulan hijriah,” tegas Hendra dalam arahannya.

Untuk memaksimalkan hasil, tim telah mengunci satu lokasi strategis di kawasan perbukitan Jayapura. Lokasi ini dipilih berdasarkan rekam jejak keberhasilan pada pemantauan-pemantauan hilal sebelumnya.

Baca Juga :  Pesparawi ke-XIV Se-Tanah Papua di Keerom memuji dan memuliahkan nama tuhan

Mengapa Hilal di Papua Kali Ini “Menantang”?

Meskipun lokasi sudah siap, tantangan terbesar justru datang dari faktor alam dan posisi astronomis. Perwakilan BMKG, Danang, memaparkan data bahwa konjungsi atau ijtimak diperkirakan terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026, pukul 05.00 WIT.

Namun, posisi hilal di langit Papua tergolong rendah untuk standar keterbacaan wilayah timur.Berikut peta tantangan teknis yang dihadapi tim di lapangan:

Ketinggian Hilal Papua: Berada di posisi 4,1 derajat.

Catatan Historis: Berdasarkan pengalaman empiris, hilal di ufuk Papua umumnya baru bisa terlihat jelas oleh mata atau teleskop pada ketinggian 6 hingga 7 derajat.

Perbandingan Geografis: Kondisi ini sangat kontras dengan wilayah Indonesia bagian barat. Di Sabang (Aceh), ketinggian hilal bisa mencapai 6,9 derajat, yang secara teoritis jauh lebih mudah diamati.

“Angka 4,1 derajat ini jelas menjadi tantangan tersendiri bagi kami di Papua. Faktor penentu utamanya nanti adalah cuaca. Kita butuh langit yang benar-benar cerah dan bersih dari hambatan visual atau awan tebal di area perbukitan,” jelas Danang.

Baca Juga :  Mahasiswa UNCEN Diajak Jadi "Detektor Dini" Konflik Agama Lewat EWS

Lintas Sektoral dan Penguatan Niat

Menyiasati tantangan alam tersebut, Kabid Bimas Islam, Muslimin Yelipele, mengingatkan seluruh tim untuk tidak hanya fokus pada kecanggihan alat teknis, tetapi juga pada kesiapan mental dan spiritual.

“Ini bukan sekadar kegiatan teknis, tetapi juga ibadah. Karena itu, harus dilaksanakan dengan niat yang ikhlas dan penuh tanggung jawab,” ungkap Muslimin.

Ia juga menginstruksikan jajarannya untuk memperketat koordinasi lintas sektor dalam waktu dekat, mulai dari bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda), aparat keamanan, hingga instansi terkait lainnya. Langkah ini krusial untuk memastikan seluruh operasional di lapangan berjalan lancar tanpa kendala teknis maupun non-teknis.

Hasil dari rukyatul hilal di Jayapura ini nantinya akan dilaporkan langsung ke Kementerian Agama pusat sebagai salah satu rujukan utama dalam Sidang Isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H secara nasional.(Rilis)

Berita Terkait

Duka Yahukimo, Tokoh Adat Keerom Serukan Papua Tetap Damai
MyPertamina Futsal Competition 2026, Panggung Anak Papua Mengejar Mimpi
Perang Melawan Korupsi Dana Desa, Kejari Jayawijaya Kejar Aset Terpidana di Lima Daerah
Kota Jayapura Tak Terbendung, Rebut Mahkota Juara Umum MTQ XXXI Papua
Kota Jayapura Rebut Gelar Juara Umum MTQ Papua 2026, Penutupan Diwarnai Seruan Bangun Papua Harmonis
Menteri Haji Evaluasi Penyelenggaraan Haji di Papua, Fokus Perbaikan Layanan Jamaah 2027
Karya Kaligrafi Terbaik Harus Padukan Kaidah dan Nilai Artistik
Dewan Hakim Nilai Pembinaan Tahfiz di Papua Tunjukkan Hasil Positif

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:42 WIB

Duka Yahukimo, Tokoh Adat Keerom Serukan Papua Tetap Damai

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:31 WIB

MyPertamina Futsal Competition 2026, Panggung Anak Papua Mengejar Mimpi

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:44 WIB

Perang Melawan Korupsi Dana Desa, Kejari Jayawijaya Kejar Aset Terpidana di Lima Daerah

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:21 WIB

Kota Jayapura Rebut Gelar Juara Umum MTQ Papua 2026, Penutupan Diwarnai Seruan Bangun Papua Harmonis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:09 WIB

Menteri Haji Evaluasi Penyelenggaraan Haji di Papua, Fokus Perbaikan Layanan Jamaah 2027

Berita Terbaru

tokoh adat Kabupaten Keerom, Herman Yoku, S.IP.,.

Kriminal

Duka Yahukimo, Tokoh Adat Keerom Serukan Papua Tetap Damai

Minggu, 26 Jul 2026 - 11:42 WIB

Jangan Copy Ya